.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Pilihan Hidup
Sabtu, Februari 04, 2012
Banyak orang yang mengeluh ketika harus dihadapkan pada pilihan sulit. Pilihan yang seringkali baginya tidak masuk akal, susah untuk diambil, atau kadangkala pilihan yang sama-sama menariknya. Namanya juga pilihan, biar bagaimanapun kita tetap harus memilih.
Jika boleh sejenak melihat perjalanan hidup kita, sebenarnya sejak sebelum terlahir ke dunia kita sudah dibiasakan dengan adanya pilihan. Waktu dibuat di liang pabrik, seorang ibu sudah dihadapkan pada pilihan hamil atau tidak. Jika tidak, berhenti sudah cerita ini.
Jikalau hamil, kita selalu dihadapkan pada pilihan untuk selalu eksis atau tidak selama 9 bulan 10 hari secara teori. Sampai akhirnya kita juga harus terlahir dengan sempurna atau tidak, dalam keadaan bernyawa atau tidak; itulah pembelajaran akan pilihan hidup. Terlahir pun kita juga dihadapkan pada pilihan untuk menjadi seorang laki-laki atau perempuan.
Permasalahan mengenai pilihan hidup untuk terlahir pingsan tidak pernah ada dalam kamus kedokteran untuk menyiasati pilihan hidup dan mati. Bahkan terlahir secara banci-pun juga tidak pernah ada dalam status akta kelahiran. Maka sebenarnya apa yang seharusnya menjadi kekhawatiran kita jika pada akhirnya kita harus dihadapkan pada pilihan hidup.
Sebenarnya, jika memang kita tidak mau dihadapkan pada pilihan hidup, matilah sudah. Selesai perkara. Tetapi ingat, hanya perkara kehidupan kita saja yang berakhir saat itu, belum tentu perkara-perkara lainnya.
Banyak hal yang lebih bermanfaat yang dapat kita lakukan untuk mengatasi permasalahan di dalam setiap segi kehidupan. Berhenti mengeluh, adalah salah satunya. Dengan berhenti mengeluh, setidaknya kita mampu menunjukkan bahwa kita masih eksis, kita masih tetap tegar, sekeras apapun permasalahan dan pilihan hidup menggiring kita menuju kepada keputusan yang sangat sulit.
Betapa indahnya cerita dalam kehidupan, jika semua orang mampu untuk berhenti mengeluh. Berhenti putus asa dalam setiap pilihan, dan mampu dengan kepala tegak menatap ke depan. Ingat, hal itu hanya dapat dimulai dari diri sendiri. Keluhan tidak akan mengatasi permasalahan.
Satu orang mampu berhenti mengeluh, akan membawa manfaat bagi banyak orang.....
ditulis oleh: Sang Fajar @ 2/04/2012 04:36:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan