.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Tim Kampanye JK-Wiranto Wajibkan Rizal Mallarangeng Minta Maaf!
Kamis, Juni 25, 2009







Press Release: Rizal Mallarangeng Wajib Minta Maaf!

Berdasarkan laporan www.detik.com, tanggal 24 Juni 2009, Saudara Rizal Mallarengeng sebagai Tim Kampanye Nasional Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono telah melontarkan pernyataan sebagai berikut:

"Kami menuntut JK untuk menjelaskan peristiwa ini apakah sepengetahuan beliau untuk menyebarkan fitnah dan black campaign."

"Jelas ada buktinya ini dengan sengaja dibagikan ke dalam ruangan yang ada wapres (JK) yang saat itu sedang berkampanye sebagai calon presiden.”

"Sebagai penanggung jawab tertinggi kampanye, sudah seyogyanya JK minta maaf pada Ibu Boediono."

Pernyataan Rizal Mallarangeng itu muncul sehubungan dengan adanya fotokopi salah satu tabloid yang berisikan tulisan 'Habib Hussein al Habsy, apa PKS tidak tahu istri Boediono Katolik' yang beredar ketika Pak Jusuf Kalla kampanye di Medan. Fotokopi selebaran itu tertangkap dalam kamera TV One.

Penyampaian pernyataan itu jelas-jelas menunjukkan absennya sikap check and recheck dari Saudara Rizal Mallarangeng. Rizal telah mendahului jalur-jalur hukum formal yang layak digunakan, seperti kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu. Untuk membuktikan sebuah tuduhan, Rizal paling tidak harus mempersilakan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pengabaian prosedur formal itu menunjukkan sekali lagi betapa Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono berisikan orang-orang yang kualitasnya sekadar hanya pelontar peluru-peluru hampa.

Atas dasar itu, Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla-Wiranto mengajukan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, tidak benar Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto telah menyebarkan fotokopi berita tabloid itu dalam kampanye resmi yang dihadiri oleh Capres Jusuf Kalla. Karena Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto saja tidak mengetahui, apatah lagi Capres Jusuf Kalla yang dikenal selama ini sebagai pribadi yang lebih sering difitnah dalam berbagai tulisan para pendukung SBY-Boediono. Paling tidak, Wimar Witoelar yang merupakan adik kandung Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar telah merilis kolom di sebuah harian nasional. Begitu juga sejumlah nama lain.

Kedua, Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto tidak dalam kapasitas memeriksa Koran atau tabloid apa yang dibawa oleh peserta kampanye. Begitupula, Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto menyadari betapa pers memegang peranan penting dalam demokrasi. Karena itu, Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono selayaknya mengajukan keberatan kepada Habib Hussein al Habsy dan tabloid yang memuat pernyataannya, dalam wujud hak jawab, sebagaimana dijanjikan oleh SBY-Boediono dalam setiap kampanyenya tentang pers.

Ketiga, Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto meminta saudara Rizal Mallarangeng mencabut pernyataannya yang kurang sopan itu, baik secara lisan atau tulisan. Selain itu, saudara Rizal wajib menyatakan permohonan maaf secara lisan dan tulisan kepada Bpk Jusuf Kalla dan Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto. Pernyataan Rizal jelas out of context, out of control dan out of the rule.

Keempat, pernyataan Rizal jelas bermaksud merusak dan mengadu-domba hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pak Jusuf Kalla dengan Pak Boediono dan istrinya. Apalagi, sebagai penganut kebebasan memeluk agama, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 sebagai jati diri bangsa, maka prinsip Pak Jusuf Kalla adalah “Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” Pak Jusuf Kalla dan seluruh anggota Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto jelas tidak akan mencampuri urusan agama orang lain.

Apabila Saudara Rizal Mallarangeng tidak melakukan hal-hal sebagaimana di atas, maka Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto dengan berat hati akan menempuh jalur hukum yang tersedia untuk menyelesaikan masalah ini, baik terkait dengan sistem hukum pilpres, maupun lewat sistem pengadilan biasa. Selain itu, kami menghimbau agar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, termasuk Capres SBY dan Cawapres Boediono, untuk tidak lagi “memaksa” Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto untuk memasuki cara-cara kampanye yang kurang sopan dan kurang bermartabat. Republik Indonesia yang indah ini lebih memerlukan kampanye yang berkualitas, ketimbang hanya terjebak dengan isu-isu murahan seperti yang banyak disampaikan oleh Tim Kampanye Nasional kandidat lain.

Demikianlah keterangan pers ini kami sampaikan, agar diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Untuk Indonesia yang Lebih Baik.

Jakarta, 25 Juni 2009
Hormat Kami,

Indra Jaya Piliang, SS, M.Si
Juru Bicara dan Wakil Koordinator Pencitraan
Tim Kampanye Nasional Calon Presiden Jusuf Kalla dan Calon Wakil Presiden Wiranto
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/25/2009 12:28:00 AM   0 comments
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan