.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Kali Ini, Beli Nomer Nggak Lagi Haram!!!
Minggu, September 14, 2008
Belum juga selesai masalah calon anggota legislatif ditetapkan dalam daftar sementara, goyangan dahsyat para pencari kursi sudah mulai muncul ke permukaan. Kali ini, prahara perebutan kursi menghampiri partai ka'bah, dengan isyu jual-beli atau makelaran nomor jadi sampai senilai 2 milyar rupiah.
Dua milyar jelas bukan angka yang sedikit untuk sebuah kesempatan menimbun harta selama 5 tahun jabatan. Namun, di satu sisi 2 milyar adalah angka yang relatif kecil jika melihat untuk suatu waktu dalam pemilihan deputi senior gubernur BI, lembaran traveller cheque bernilai pecahan 50 juta rupiah siap mengalir ke dalam laci meja kerja mereka; belum termasuk kerja-kerja yang lain.
Lha wong dulu jual beli nomer togel atau SDSB, bahkan PORKAS pada jaman nenek moyang monyet, itu saja mereka berteriak haram dan menuntut untuk dilarang; kok malah kali ini mereka berjualan nomer sendiri. Apa mungkin nomer yang diperjual belikan kali ini bernilai mahal, sehingga para tukang becak dan pedagang pinggiran nggak mampu beli lalu dapat begitu saja dibedakan dengan proses jual beli nomer semasa togel, kuda lari, singapuran, macan, SDSB, KSOB, bahkan PORKAS?
Para calon anggota dewan yang nantinya terlibat dalam pembuatan aturan perundang-undangan, sudah mulai berlatih sejak dini untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat produk hukum yang handal; namun sayangnya, latihan yang mereka lakukan kali ini adalah latihan bergaya makelar. Makanya, jangan pernah heran jika dalam perjalanan lima tahun mendatang, akan tumbuh banyak Al Amin Nasution dkk.
Yang jelas, akankah dengan polemik awal seperti ini mampu menciptakan pion-pion dalam percaturan politik yang handal guna mengawal konstitusi bagi negeri ini? Saya tidak dan tidak akan pernah mengajak orang lain untuk melakukan aksi golput pada pemilu 2009, karena takut hukuman adalah alasan saya yang utama. Namun, calon-calon legislatif sendiri yang bertarung memiliki mental seperti yang terungkap, jangan salahkan pemilih jika mereka pada akhirnya memutuskan menjadi bagian golput dalam pesta rakyat mendatang.
Semakin anda cerdas memainkan strategi politik, semakin rakyat cerdas dalam memanfaatkan insting dan naluri dalam memilih pemimpin. Silahkan berjualan nomer, selagi belum diharamkan!!!
ditulis oleh: Sang Fajar @ 9/14/2008 08:52:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan