.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Andhap Asor pada Pilkada Jatim
Rabu, Juli 23, 2008
Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari pelaksanaan Pilkada Jatim 2008 ini. Bukan sekedar ilmu matematika yang menghasilkan angka pasti untuk menghitung prosentase perolehan suara calon berdasar dukungan parpol pada pemilu 2004. Bukan sekedar ilmu sosial, yang melambangkan betapa para calon gubernur telah berlomba-lomba menjual janji manisnya di hadapan para pendukungnya, walau akhirnya nanti adalah urusan nanti.
Sosiologi sebagai pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat perilaku masyarakat, dan perkembangan masyarakat; tidak mampu menembus perkiraan hasil pilkada tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat yang bagaimana yang akan memilih calon yang mana. Akuntansi yang banyak berperan dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan dalam sebuah aktivitas politik para calon gubernur, tidak mampu memprediksikan calon mana yang akan memenangi pertarungan dengan dukungan finansial yang mereka miliki.
Filsafat dalam bahasa Indonesia yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Arab فلسفة, atau bahasa Yunani Φιλοσοφία philosophia ;dengan arti philia sebagai persahabatan atau cinta serta kata sophia yang berarti kebijaksanaan; tidak mampu meramalkan bagaimana kecintaan pendukung calon gubernur mampu menjatuhkan pilihan atas kebijaksanaan sang calon di mata pendukungnya.
Sementara ini, dalam hakekat Jawa, kita banyak mengenal istilah andhap asor. Demikian pula kiranya sikap andhap asor yang ditunjukkan Pakde Karwo dalam ajang Pilkada Jatim 2008 telah memberikan hasil. Bukan sekedar andhap asor yang biasa, namun bentuk sikap andhap asor yang luar biasa bagi seorang Soekarwo dengan jabatan Sekda Propinsi.
Meski telah mengantongi banyak dukungan dalam rakercabsus PDIP di Jawa Timur, Soekarwo harus menunjukkan sikap andhap asor nya yang pertama kali, begitu namanya harus dicoret dalam rekomendasi DPP, dan ditendang keluar pentas perpolitikan oleh PDI P; hanya demi nama Soetjipto, nama besar yang tak pernah menggores prestasi besar bagi partainya. Andhap asor Soekarwo terbukti memberikan hasil, manakala pilkada Jatim meroketkan duetnya dengan Syaifullah Yusuf dalam puncak perolehan suara; walau besar kemungkinan menghadapi putara kedua, mengingat batas 30% suara tidak tercapai.
Andhap asor lain ditunjukkan oleh Syaifullah Yusuf. Mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal ini rela menduduki kursi calon wakil gubernur. Bayangkan, di jaman orang serba mengejar posisi, Syaifullah Yusud justru dengan sikap andhap asornya menerima amanat yang diberikan padanya. Saat mantan menteri lain yang telah berulang kali menjabat menjadi menteri sibuk mencari posisi dengan menjadi cagub, mantan menteri ini ikhlas jika posisinya sejajar dengan artis yang kemudian menjadi wakil gubernur.
Semoga, sikap andhap asor pasangan KarSa dalam menyikapi kemenangan sementara Pilkada Jatim, mampu terus berlanjut ketika nantinya kemenangan itu benar-benar milik mereka.......
ditulis oleh: Sang Fajar @ 7/23/2008 08:09:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan