.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Misteri gaby akhirnya diklarifikasi agnes davonar pada tayangan silet hari ini
Minggu, Juni 29, 2008
Akhirnya setelah lama memilih untuk diam. Agnes davonar memutuskan untuk memberikan kralifikasi dengan Silet. Tim Silet dipilih karena selama ini lebih berimbang dalam menuturkan sebuah fakta sesuai logonya Setajam SILET. Tim Silet meminta waktu untuk melakukan wawancara yang dilakukang di sebuah cafe.

Fenomena yang kini sedang terjadi di masyarakat secara luas telah membuat cemas sang penulis akibat tulisan yang ia buat. Untuk meredahkan dan mengikis paranoid mistik , Agnes davonar pun menceritakan kenyataan sesungguhnya tentang misteri Gaby.

Sesuai yang pernah diutarakan lewat pernyataannya, Agnes davonar tidak pernah mengira tulisan yang ia buat karena terinpirasi oleh lagu Jauh, begitu membius para pembacanya yang diikuti oleh alunan mistik bahwa kisah itu nyata apa adanya. Penulis telah beberapa kali mengatakan jika cerita itu hanyalah sebuah fiksi alias tidak nyata. Namun kenyataan sesungguhnya malah sebaliknya. Hal ini mengundang kecemasan yang berlebihan di masyarakat.

Agnes davonar dalam wawancara dengan Tim Silet mengatakan awal mula lagu itu ia dapatkan ketika berada di Bali dalam sebuah acara tenis internasional. Lagu itu diberikan oleh seorang teman yang sering memperdengarkan kepadanya. akhirnya ia membawa lagu itu ke Jakarta. Karena keaktifannya dalam menulis cerita , ia pun menalarkan lagu itu melalui cerita yang ia buat. Pembaca Agnes davonar memang tidak perlu diragukan lagi. Karya yang ia beri judul " Kisah lirik terakhir" merupakan karya ke 37 nya saat itu.

Agnes juga menyarankan pembacanya untuk mendengarkan lagu jauh yang dapat didownload di blognya. Namun inilah awal permasalahan terjadi, kisah ceritanya dibajak dan disebarkan melalui blog ke blog lainnya kemudian di publish di beberapa situs internet. Akibatnya, berkembanglah isu kalau cerita itu adalah nyata. kisah itu adalah kisah seorang gadis yang bunuh diri karena ditinggal kekasihnya. Memang benar dalam kisah itu dikisahkan sang gadis memutuskan untuk bunuh diri.Namun kisah itu 100% hanya fiksi.

Tanggapan terhadap Kisah lirik terakhir berkembang pesat 3 bulan kemudian di dunia maya. Agnes davonar pun diminta untuk membuat kisah itu menjadi novel agar lebih mendetil. karena ingin memanjakan pembacanya ia pun membuat kisah itu dalam bentuk novel online bersambung hingga episode ke enam. Namun kisah mistik itu semakin merebak dan membuat semakin banyak orang yang berburu tentang kisahnya di internet. Akhirnya berkembanglah berbagai versi yang mengatakan kisah kematian Gaby dengan berbagai versi yang menakutkan.

Agnes davonar merasa sangat bersalah karena kisahnya membuat perkembangan rumit. Ia pun memutuskan untuk mencari tau siapa pemilik lagu tersebut, tampaknya jalan itu mulus ketika ia berkenalan dengan band Caramel asal surabaya namun kenyataannya tidak seperti diharapkan. Ia pun akhirnya memutuskan untuk membiarkan polemik ini berkembang hingga akhirnya kisahnya melebar dari dunia maya ke dunia kenyataan.

Itulah sejarah daripada awal mula kisah gaby. Agnes davonar bukan orang yang sulit dicari di internet. Sebelumnya pun karya karyanya terkenal di kalangan komunitas maya. Bahkan salah satu novel yang diangkat dari kisah nyata seorang gadis kecil yang terjankit kanker hingga meninggal menjadi fenomenal , karena membuat banyak orang bertanya tanya kenyataan gadis tersebut.
http://lieagneshendra.blogs.friendster.com/my_blog/2007/03/surat_kecil_unt.html

Karena mempunyai bukti jika kisah surat kecil yang ditulis oleh seorang gadis kecil yang meninggal tersebut, akhirnya fenomenal itu hanya berputar di dunia maya saja.

Namun lain lagi dengan Gaby, kisah ini pada kenyataan di dunia maya memang sudah diketahui asal usulnya. namun perkembangan di masyarakat yang tidak
memiliki jaringan akses internet berkembang ganas. Untuk itulah ia memberikan klarifikasi awal mula kisah ini berkembang. Agnes davonar juga tidak akan memberikan penyataan tentang siapa yang berhak atas kepemilikan lagu yang sedang di perebutkan oleh 5 band yang sedang mengklaim lagu itu.

Ia hanya berkata

" Kami tidak punya kapasitas untuk menyatakan siapa pemilik lagu itu, karena kami hanya seniman yang mencintai karya itu, untuk menentukan siapa pemilik lagu sah itu biarkan lah pengadilan yang memutuskan"

Namun memang ibarat sebuah pesawat terbang, tanpa kisah itu lagu ini terasa hambar. tudingan berbagai pihak yang mengatakan ada udang dibalik batu dipungkasnya dengan mengatakan

" Bahkan saya mengenal mereka karena media , tanpa anda saya pun tidak akan kenal siapa pemilik lagu tersebut, darimana bisa saya dianggap mencari keuntungan dari mereka!"

Ditanya tentang buku yang ia keluarkan sebagai ajimumpung Agnes davonar juga membantah hal tersebut.

" Buku ini hanya sebagai bentuk pelurusan terhadap permasalahan yang terjadi, kami hanya ingin memberitahukan bahwa kisah ini fiksi sehingga tidak lagi menimbulkan polemik yang meresahkan dimasyarakat. Karena kalau kami mencari keuntungan semata, kami tidak mungkin mau begitu saja memberikan cerita yang kami tulis sejak dua tahun lalu secara gratis. Tapi memang kami hanya ingin menyalurkan ide kami saja, tanpa dibayar dan tanpa pernah berharap buku ini dikeluarkan. Toh, Kami masih aktif menulis di internet."

Ya itulah ungkapan dari misteri yang berkembang saat ini, permasalahan akan polemik ini semoga saja menjadi akhir daripada ketakutan masyarakat yang konon bisa kesurupan karena lagu ini menjadi lebih tenang. Yang patut dipertanyakan saat ini.

Siapa yang berhak atas kepemilikan lagu ini, hanya waktu yang akan menjawab?
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/29/2008 03:24:00 PM   0 comments
Tawa Pertama di Kecil
Rabu, Juni 25, 2008

Aku biasanya hanya bercerita sendiri tanpa peduli nyawa yang ada dalam pelukan aku mendengar atau bahkan memahami cerita aku. Sering aku bernyanyi sendiri lagu anak-anak tanpa pernah mengerti apakah bayi mungil dalam gendonganku mampu memahami.
Radit, demikian kami memanggil buah hati kami, biasanya hanya tersenyum saat aku mengajaknya bercanda. Senyuman kecil berulang-ulang seringkali membuat aku sudah merasa puas; seakan-akan mendapat applaus dari ratusan hadirin yang menghadiri presentasi aku. Radit terlalu sering memberikan senyuman dalam gendongan ataupun pelukan aku.
Tapi malam ini mungkin terasa beda.... Saat aku sendiri sudah merasa lelah karena aktivitas tanpa henti seharian ini. Ketika Radit kecil dalam pelukan ibunya menjelang tidur malamnya, tiba-tiba saat aku sedang berbicara dengan istriku, membicarakan kelucuan Radit tentunya; Radit tertawa dengan keras. Tertawa dengan suara, bukan hanya sebuah senyuman seperti biasanya. Aku langsung melompat dari pembaringan aku, dan melihat raut mukanya, seakan-akan mengerti jika kami barusan telah membicarakannya.
Senang banget rasanya, ini kali pertama kami mendengar tawa buah hati kami. Tawa dengan suara, bukan hanya senyuman yang selama ini sudah memberikan kami kepuasan....
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/25/2008 09:06:00 PM   0 comments
Pandanglah Lurus ke Depan..........
Sabtu, Juni 14, 2008
Tengah malam saat susah untuk tidur, biasanya ada dua hal yang aku lakukan. Pertama menonton televisi dan kedua memainkan komputer. Menonton film di televisi seringkali membuatku secara tak sengaja tertidur sehingga akhirnya berganti televisi yang menonton aku. Sedangkan memainkan komputer, lebih sering membuat aku cepat mengantuk (walau tidak membuatku langsung tertidur di depan komputer) karena aku lebih sering bingung mau melakukan apa di depan komputer.
Seperti biasa, saat browsing aku selalu menyalakan messenger yang ada di laptop aku. Eh, ga aku nyalakan dhing, tapi emang auto start up ketika OS-nya sudah selesai booting dengan sempurna. Seperti biasa chatting di messenger dengan teman aku, ngobrolin dari hal-hal ringan, sampai bercanda ala pornografi, sampai ngobrolin masalah bisnis.
Saat ditanya tentang ketatnya persaingan dan bagaimana perkembangan saingan usaha; aku cuman ringan aja jawabnya:" Marilah sejenak kita memandang lurus ke depan, menatap arah yang akan kita tapaki. Jikalau terlalu lama melihat atau melirik ke samping atau bahkan melihat ke belakang, bagaimana mungkin itu akan menjamin jalan di depan kita akan lebih mudah"
Mungkin bagi orang lain hal demikian tidaklah begitu berarti, namun demikian sangatlah penting dalam prinsip aku. Selama usaha kita berjalan, banyak orang yang terlalu disibukkan dalam melihat ke samping memantau perkembangan dan perjalanan usaha saingannya yang ada. Jika kita disibukkan dengan hal-hal demikian, lalu kapan bagi kita untuk konsentrasi 100 % mengurusi usaha kita sendiri??? Biarlah yang lain melakukan permainan dengan gayanya sendiri, yang terpenting bagi kita; kita tunjukkan pada mereka bahwa inilah gaya kita. Kita tidak perlu menoleh dan melihat sampai di mana mereka; namun berbanggalah jika justru anda mampu membuat mereka menoleh untuk sekedar mencari tahu sampai di mana kita.
Memang kecenderungan bagi orang-orang kita, adalah sibuk dengan pesaing yang ada, sampai seringkali lupa jika memiliki kewajiban terhadap konstituen yang ada. Jika kita mengikuti gaya permainan seperti mereka kebanyakan orang, kapan kita akan konsentrasi secara penuh dengan diri kita sendiri? Kita hanya akan sibuk menjadi plagiat, hanya akan sibuk sebagai pesaing, hanya akan sibuk sebagai pencemburu yang kesal dengan keberhasilan pesaing kita.
Namun coba bayangkan, jika kita konsisten untuk memandang lurus ke depan, kita justru akan menjadi lebih kreatif dengan memberi ide yang murni bukan plagiat. Kita akan menjadi pemimpin tanpa harus menyingkirkan lawan. Kita tidak akan menjadi pencemburu, karena kita berada pada tingkat kesuksesan yang lebih tinggi. Apapun usaha anda, yakinlah, pandangan ke depan dalam memelihara jenis usaha anda; akan membuat anda jauh lebih baik dan bangga dengan hasil yang dicapai......
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/14/2008 04:58:00 PM   0 comments
Idealisme vs Materialisme
Minggu, Juni 08, 2008
Sekilas teringat akan ucapan Mao Zedong (Hanzi: 毛澤東) (Shaoshan, Hunan, 26 Desember 1893 – Beijing, 9 September 1976), seorang pendiri negara Republik Rakyat Tiongkok sekaligus Presiden pertama Republik Rakyat China (27 September 1954 – 27 April 1959); tentang arti sebuah konflik.
Di mana menurut Zedong konflik bersifat semesta dan absolut, hal ini ada dalam proses perkembangan semua barang dan merasuki semua proses dari mula sampai akhir. Lebih lanjut Zedong menjelaskan kekekalan atau keabadian konflik dalam pemikirannya sebelum mencapai tingkat keharmonisan. Menurutnya konflik merupakan dasar daripada sesuatu bentuk disiplin ilmu pengetahuan, dengan beberapa contoh: bilangan negatif dan positif dalam matematika, aksi dan reaksi dalam ilmu mekanika, aliran listrik positif dan negatif dalam ilmu fisika, daya tarik dan daya tolak dalam ilmu kimia, konflik kelas dalam ilmu sosial, penyerangan dan pertahanan dalam ilmu perang, idealisme dan materialisme serta perspektif metafisika dan dialektik dalam ilmu filsafat dan seterusnya.
Manajemen konflik sebagai penjembatan dalam upaya pencapaian harmonisasi penyelesaian konflik tidak dapat menjamin seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjinakkan atau bahkan meredam sebuah konflik dan merangkainya dalam sebuah harmonisasi. Mediasi sebagai sarana penengah konflik juga belum tentu mampu memberikan estimasi bagaimana sebuah penyelesaian konflik dapat diakhiri sebagaimana sebuah film India yang selalu berakhir dengan Happy End.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, konflik juga sering turut mewarnai perjalanan kita. Terasa atau tidaknya sebuah gejolak konflik bagiku, dapat diukur melalui sejauh mana cara aku melakukan manajemen konflik terhadap kepentingan yang muncul. Mampu tidaknya kita mengatasi konflik atas nama berbagai hal tersebut, dapat pula dirasakan melalui mediasi; walau akhirnya diperlukan sebuah konfrontasi.
Sebenernya aku lama ga ada nulis di blog ini, kangen juga pengen nulis atau sekedar membuat coretan sekedar pengingat akan sebuah pengalaman, perjalanan, kenyataan, atau bahkan pemikiran dalam hidup ini. Namun kenyataan tentang aktivitas dan kesibukan keseharianku, seakan membuat satu konflik ringan antara keinginan menulis blog dan kesempatan yang tak kunjung datang.
Kembali pada pemikiran Mao Zedong tersebut di atas, ada satu hal menarik yang tiba-tiba membuat aku mencoba menggali lebih jauh melalui dunia maya. Tentang pertentangan konflik antara kepentingan idealisme dan materialisme. Ibarat air dan minyak barangkali memang hal itu tidak bisa disatukan.
Namun bagaimana jika pengambilan posisi dalam pertentangan kutub itu telah ditentukan? Misal seseorang telah terlanjur men-cap kita sebagai seorang yang terlalu idealis, sehingga susah untuk dibelokkan keinginan hati dan selalu keukeuh dengan pendirian; akankah dalam posisi demikian kita akan melihat orang lain sebagai seorang yang semata-mata mengejar keinginan materialis?
Uniknya hal demikian pernah juga aku alami tanpa sengaja. Bagaimana ketika seseorang dalam keluargaku secara tegas di belakangku dan secara lantang sembunyi dari hadapanku berteriak jika aku terlalu idealis untuk sedikit mengalah demi kepentingan orang lain. Memang aku akui, seringkala (bolehkah jika mengungkap demikian sebagai konflik atas kata "kadangkala"?) aku enggan untuk mengalah, baik itu sekedar permasalahan ide, gagasan, pemikiran, ataupun perbuatan. Bagiku, kalau memang salah, biarkan kesalahan itu sendiri yang menampar aku dan menarik rambutku untuk menghadapkan mukaku melihat kesalahan itu.
Terhadap peran konflik tentang materialis sebagai pertentangan terhadap idealisme tersebut, setidaknya aku masih bisa bersyukur. Dengan idealisme yang sedikit masih tersisa untuk bukti eksistensi diri tersebut, setidaknya dunia tidak bermurah hati mengubah jiwaku menjadi sebuah jiwa materialis dengan melihat berbagai kenikmatan yang mungkin melenakanku. Setidaknya idealisme yang aku miliki masih menyisakan rasa malu dalam diri untuk sekedar mengejar materi yang jika kita sadari di dunia ini lebih banyak dimiliki orang lain daripada diri kita sendiri. Setidaknya idealisme yang aku miliki masih menyisakan kewarasan dalam diriku untuk mengakui bahwasanya materialis yang dimiliki oleh saudara-saudaraku itu diriku termasuk memilikinya.
Setidaknya.....idealisme yang aku miliki memberi semangat bagi diriku untuk menjadi diriku seperti yang aku mau, daripada sekedar membanggakan orang lain karena tidak ada yang patut dibanggakan dari diriku sendiri; dan berharap dari kebanggaan akan prestasi orang lain tersebut ada orang yang turut berbangga melihatku......
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/08/2008 07:08:00 PM   1 comments
Update FreeBSD
Kamis, Juni 05, 2008
Cara mudah untuk melakukan update software freeBSD menjadi versi terbaru dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas update melalui software cvsup. Software ini dapat mengupdate software di freeBSD menjadi versi yang lebih baru dari yang telah terinstall. Namun seringkali proses ini dihadapkan pada kendala server cvsup yang seringkali tidak hidup.
Untuk mencari server cvsup yang tersedia dan memiliki koneksi yang cepat, dapat dilakukan melalui cara berikut ini:
1. Install cvsup dari port freeBSD
#cd /usr/port/net/cvsup
atau
#cd /usr/ports/sysutils/fastest_cvsup
2. #make install clean
Setelah software cvsup terinstall, lakukan pencarian server cvsup yang tersedia dan memiliki koneksi tercepat dari tempat anda dengan mengetikkan perintah:
#fastest_cvsup -c id,us,sg
Option -c merupakan option untuk mencari lokasi tercepat dari tempat kita. Sedang option id,us,sg merupakan kode lokasi negara yang terdeka yang berarti Indonesia, Amerika dan Singapore. Untuk option ini lebih fleksibel tergantung kesukaan kita.
Setelah perintah itu kita jalankan, berikut ini adalah contoh tampilan yang dimunculkan:
>> Querying servers in countries: sg us id
==> DNS lookup timed out for cvsup.sg.freebsd.org
--> Connecting to cvsup.us.freebsd.org [198.104.69.57]...
* error: connect: Invalid argument
--> Connecting to cvsup2.us.freebsd.org [130.94.149.166]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 719.12 ms
--> Connecting to cvsup3.us.freebsd.org [128.31.0.28]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 762.33 ms
--> Connecting to cvsup4.us.freebsd.org [204.152.184.73]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 245.54 ms
--> Connecting to cvsup5.us.freebsd.org [208.83.20.14]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 768.49 ms
--> Connecting to cvsup6.us.freebsd.org [69.31.98.210]...
* error: connect: Invalid argument
--> Connecting to cvsup7.us.freebsd.org [198.104.203.218]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1g CVSup server ready
- time taken: 3246.00 ms
--> Connecting to cvsup8.us.freebsd.org [216.165.129.134]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 766.42 ms
--> Connecting to cvsup9.us.freebsd.org [128.205.32.21]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 221.04 ms
--> Connecting to cvsup10.us.freebsd.org [69.147.83.48]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 165.36 ms
--> Connecting to cvsup11.us.freebsd.org [63.87.62.77]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 185.74 ms
--> Connecting to cvsup12.us.freebsd.org [128.46.156.46]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 201.18 ms
--> Connecting to cvsup13.us.freebsd.org [216.32.84.70]...
* error: connect: Invalid argument
--> Connecting to cvsup14.us.freebsd.org [216.87.87.128]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 297.24 ms
--> Connecting to cvsup15.us.freebsd.org [35.9.37.225]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 213.65 ms
--> Connecting to cvsup16.us.freebsd.org [128.143.108.35]...
- server replied: ! Access limit exceeded; try again later
- time taken: 577.46 ms
--> Connecting to cvsup17.us.freebsd.org [65.212.71.21]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 188.47 ms
--> Connecting to cvsup18.us.freebsd.org [128.205.32.60]...
- server replied: OK 17 0 SNAP_16_1h CVSup server ready
- time taken: 209.89 ms

>> Speed Daemons:
- 1st: cvsup10.us.freebsd.org 165.36 ms
- 2st: cvsup11.us.freebsd.org 185.74 ms
- 3st: cvsup17.us.freebsd.org 188.47 ms
Dengan berdasar pada Speed Daemons yang telah meranking koneksi server yang tercepat, kita lalu dapat mengubah konfigurasi default koneksi update cvsup pada file ports-supfile.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/05/2008 09:42:00 AM   0 comments
Smokeping on FreeBSD 7
Rabu, Juni 04, 2008
Tiap kali baca artikel dan mengumpulkannya untuk kemudian mempraktekannya, aku selalu terkendala dengan beberapa hal. Selain waktu, sehingga praktek tidak dapat aku lakukan sekaligus saat itu juga sampai selesai; kendala lain adalah hilangnya file sebelum sebuah materi itu aku selesai praktekkan. Tetapi lebih seringnya, sebelum file itu sendiri hilang, aku sudah yakin kalau aku sendiri telah lupa dimana menyimpan file atau link artikel tersebut dalam komputerku.
Baca-baca di web dan blog, tiba-tiba muncul ide kenapa aku tidak ikut mengumpulkan artikel aku seperti orang-orang yang menulis ulang dalam blog mereka. Selain membantu penyebaran informasi, tentu saja aku sendiri diuntungkan dengan file yang mudah aku temukan. Kali ini tentang Smokeping on FreeBSD 7
This write-up assumes a working copy of FreeBSD 7.0. It was built using 7.0-RELEASE. It should work on FreeBSD 6.x-STABLE and future versions of FreeBSD 7. The package versions listed were current as of this writing but may have been updated by the time someone uses this howto.
This is a basic setup of Smokeping. There are many extra features that I do not touch on here such as multi-target graphs, alerting, slaves, agents and additional probe types. Check the online documentation for further info.
Please let me know if you run into typos or other technical issues when implementing this.
1.) First let’s update the ports collection.
Setup the update:
# cd /usr/ports/ports-mgmt/portupgrade
# make install clean
# cd /usr/ports/net/cvsup
# make install clean
# cp /usr/share/examples/cvsup/ports-supfile /root/ports-supfile
# pico /root/ports-supfile
Make it look something like this:
#######################################################
*default host=cvsup1.us.FreeBSD.org
*default base=/var/db
*default prefix=/usr
*default release=cvs tag=.
*default delete use-rel-suffix
#comment the below line if you don't want to update the /src directory
#src-all
#update /usr/ports
ports-all tag=.
#######################################################
Run the update:
# cvsup -L 2 /root/ports-supfile
# portsdb -Uu
Update installed ports:
# portversion -l "<"
# portupgrade -arR
# pkgdb -F
2.) Install the necessary packages. Descriptions of packages and uses here: http://oss.oetiker.ch/smokeping/doc/smokeping_install.en.html
  • Perl 5.8:
Installed by default with FreeBSD install
  • RRDTool 1.2.26:
# cd /usr/ports/databases/rrdtool
# make install clean
  • Fping 2.4b2_to-ipv6:
# cd /usr/ports/net/fping
# make install clean
  • EchoPing 6.0.0:
# cd /usr/ports/net/echoping
# make install clean
  • Dig:
Installed by default with FreeBSD install
  • Perl modules:
Socket6
# cpan
# install Socket6
  • Net:DNS
# install Net::DNS
# quit
  • Apache 2.2.8:
# cd /usr/ports/www/apache22
# make install clean
  • SpeedyCGI 2.22_4:
# cd /usr/ports/www/p5-CGI-SpeedyCGI/
# make install clean
  • Smokeping 2.2.7_2:
# cd /usr/ports/net-mgmt/smokeping
# make install clean
3.) Configure the packages.
  • Configure Apache:
# pico /usr/local/etc/apache22/httpd.conf
Add:




Add:



Add smokeping.cgi after index.html on the DirectoryIndex line to allow smokeping.cgi to load as a default document.

It should look like:
DirectoryIndex index.html smokeping.cgi
Allow the startup of Apache:
Add the following to /etc/rc.conf
apache22_enable="YES" # enable Apache 2.2
Start Apache:
# /usr/local/etc/rc.d/apache22 start
  • Configure Smokeping:
Edit the variables in the following files appropriately
# pico /usr/local/etc/smokeping/config
Variable example settings in the first section:
owner = Systems Administrator
contact = sysadmin@domain.com
mailhost = localhost
sendmail = /usr/sbin/sendmail
imgcache = /usr/local/smokeping/htdocs/img
imgurl = /smokeping/img
datadir = /usr/local/var/smokeping
piddir = /usr/local/var/smokeping
cgiurl = http://server.domain.com/smokeping/smokeping.cgi
smokemail = /usr/local/etc/smokeping/smokemail
tmail = /usr/local/etc/smokeping/tmail
*** Alerts ***
to = youraddress@yourdomain.com
from = smokealert@yourdomain.com
The “*** Targets ***” section is where you define your Smokeping targets and build the navigation menu. It is a little too in depth to cover here. Play around with it to figure out how it works.
In depth configuration info is here: http://oss.oetiker.ch/smokeping/doc/smokeping_config.en.html
There are some configuration samples here: http://oss.oetiker.ch/smokeping/doc/smokeping_examples.en.html
Verify the path to Speedy:
# pico /usr/local/smokeping/htdocs/smokeping.cgi
-first line pointing to full path of speedy
Customizations to the Smokeping web page templates can be made in the following config files:
/usr/local/etc/smokeping/smokemail
/usr/local/etc/smokeping/basepage.html
/usr/local/etc/smokeping/tmail
Set file system permissions to make the img folder and files writeable:
# find /usr/local/smokeping/htdocs/img -type d -exec chmod 777 {} \;
# find /usr/local/smokeping/htdocs/img -type f -exec chmod 666 {} \;
Allow the startup of Smokeping:
Add the following to /etc/rc.conf
# smokeping_enable=”YES” # enable smokeping
Start Smokeping:
# /usr/local/etc/rc.d/smokeping start
Operational Notes:
  • You should now be able to browse to http://www.yourdomain.com/smokeping/ to view your Smokeping statistics.
  • You may want to consider securing the Smokeping page with .htaccess users, a firewall or other form of authentication.
  • I updated the index.html page in the root of the default Apache site:
index.html at /usr/local/www/apache22/data/

This redirects traffic sent to the root of your server to a different domain since this traffic obviously doesn’t need to be hitting the Smokeping server.
  • When you add new targets or change targets in the /usr/local/etc/smokeping/config file you will need to restart Smokeping:
#/usr/local/etc/rc.d/smokeping restart
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/04/2008 02:18:00 AM   0 comments
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan