.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Detik-detik menegangkan.....
Sabtu, April 19, 2008
Ga seperti biasanya, malam ini istriku suruh aku pulang ke rumah cepet. Katanya minta diantar beli nasi di warung angkringan dekat pondok mertua indah. Padahal di rumah juga ada nasi lengkap ama sayurnya. Mungkin karena emang permintaan jabang bayi, mau ga mau aku nurutin aja.
Dah gitu, mintanya lagi ntar kalo beli jalan kaki aja. Wadawww......padahal ngebayangin jaraknya aja dah lumayan jauh. Terpaksa deh aku nurutin, kata orang tua setiap permintaan orang hamil tuh jabang bayinya yang pesen.
Abis makan, istriku ngajakin langsung pulang. Katanya dah capek banget. Aku maklum aja, soalnya dia juga dah hamil tua. Kelewat tua mungkin bagiku, karena HPL jabang bayi juga dah lewat hampir seminggu.
Sampai rumah, setelah istriku pamit mau tidur, aku juga pamit mau keluar bentar cari angin. Belum sempat jauh dari rumah, ibu mertua dah telpon bilang kalau istriku dah hampir melahirkan karena ketubannya pecah di rumah. Wah, langsung aja aku putar kendaraan dan pulang untuk jemput istriku dan mengantar ke bidan.
Dari awal emang istriku punya permintaan untuk melahirkan secara normal di bidan aja. Karena selama kehamilan dia banyak dengar cerita orang yang sudah pernah melahirkan beberapa kali, kalau ditangani oleh bidan katanya lebih sabar daripada ditangani oleh dokter. Demikian pula malam ini, aku mengantar ke bidan Fajar (hehehhe....namanya sama), bidan langganan istriku selama memeriksakan kehamilan.
Di bidan memang tidak ada penanganan sama sekali, hanya diperiksa kondisi kandungan dan disarankan untuk istirahat malam ini agar besok pagi-pagi benar dapat dibawa ke rumah sakit. Ga terbayangkan gimana mau tidur malam ini, sementara terpikir terus air ketuban yang tak henti-hentinya mengalir dari perut istriku.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 4/19/2008 10:22:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan