.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Katro' nya Thukul Menghasilkan 0,5 Juta per Menit
Sabtu, Maret 10, 2007
Thukul Times
Berapa penghasilan anda saat ini? Berapa lama tolok ukur yang anda perlukan untuk mendapat penghasilan sebesar itu? Tahun, bulan, minggu, hari, atau bahkan jam? Beberapa saat lalu, perhatian publik di dunia tersedot pada sosok David Beckham saat menandatangani kontrak senilai US$ 250 juta dengan Los Angeles Galaxy. Nilai kontrak sebesar itu selama 5 tahun merumput di lapangan hijau; dengan hitungan kasar dapat diasumsikan bahwa Beckham dibayar sebesar 1 juta rupiah setiap menitnya jika Beckham terus berlaga dalam setiap pertandingan yang digelar.
nDesoDi negara maju, fantastisitas gaji dihitung berdasarkan akumulasi waktu yang diperlukan oleh seseorang untuk mendapatkan uang sebesar US$ 1 juta. Hitungan yang diajukan adalah kurun waktu untuk tahun, bulan, minggu, hari, jam, dan bahkan menit.
Namun itu semua ada di luar negeri; lalu bagaimana dengan di dalam negeri sendiri?
Orang nomor satu dan dua di republik ini - Presiden SBY dan Wapres JK - menerima gaji sebesar Rp.62.497.800,- untuk Presiden dan Wakil Presiden sebesar Rp.42.548.670,-. Itu adalah penghasilan yang diperoleh orang nomor satu dan dua di republik ini. Bayangkan, betapa jauh jumlah nominal yang harus diterima bila dibandingkan dengan David Beckham tadi. Tapi hal itu tidak berarti bahwasanya orang Indonesia lainnya menerima gaji di bawah orang nomor satu di negeri ini.nDeso
Thukul Arwana, adalah satu sensasi yang sempat mengguncang Indonesia. Mantan kernet angkot yang telah terbiasa hidup susah selama belasan tahun ini; kini ternyata mampu mengalahkan tokoh nomor satu di negeri ini dalam urusan finansial. Menurut kabar burung yang beredar (entah burungnya sapa, yang jelas burung thukul pun tak mampu memberi kabar...) dalam setiap episode tayang Acara Empat Mata di Trans7, Thukul menerima gaji sebesar Rp. 20.000.000,- untuk sekedar mengucap bahasa Inggris yang tidak baik dan tidak benar, cipika-cipiki, dan bahkan menunjukkan ke-ndeso-annya itu.
Itu hanya gaji yang diterima dari acara yang tayang satu jam setiap harinya itu, belum dari iklan yang dibawakannya. Namun ternyata "sang pendongkrak rating" ini mampu juga memanfaatkan peluang emas dalam mendulang rejeki yang menghampirinya. Rating yang tinggi menjadikan acara yang dibawakannya menjadi laris manis bak kacang goreng dalam sebuah pertunjukan wayang di pojok sebuah desa.
Sehingga kalau dihitung-hitung, jam tayang secara bersih tanpa menyertakan iklan, setiap episodenya hanya menampilkan Thukul selama 40 menit saja. Jadi......berapa duit yang dihasilkan Thukul pada hitungan menit untuk pekerjaan katro' yang dilakoninya??? Ya...Rp 500.000,- untuk menampilkan ke-gondrongan mulut wong Semarang satu ini. Itu belum termasuk penghasilannya menjadi bintang iklan dan presenter acara lain.
Dengan penghasilan sebesar itu, jika Thukul kita anggap sebagai buruh humor yang harus dibayar berdasar ketentuan UMR buruh kita secara nasional yang mencapai angka Rp 750.000,- per bulan atau 160 jam kerja; maka penghasilan Thukul seorang diri hanya bisa ditandingi oleh sebanyak 4300 buruh lain. Dengan kata lain, jika upah 4300 buruh tidak dikumpulkan, baru akan bisa menandingi gaji seorang Thukul.
nDeso
nDeso
nDeso
nDeso
ditulis oleh: Sang Fajar @ 3/10/2007 10:53:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan