.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Film Baru!!!
Sabtu, Maret 31, 2007
Film Baru!!!
Film Baru!!!
ditulis oleh: Sang Fajar @ 3/31/2007 02:46:00 AM   0 comments
Degradasi Hutan di Indonesia Parah
Sabtu, Maret 17, 2007
Organisasi kampanye lingkungan hidup Greenpeace Indonesia melakukan aksi agar degradasi hutan Indonesia masuk dalam catatan Guinness Book of Record di depan Tugu Proklamasi, Jumat (16/3).
Sejumlah aktivis melakukan aksi penebangan papan tripleks bergambar beberapa pohon, sebagai simbol penebangan hutan di Indonesia. Acara tersebut mendapat perhatian para pejalan kaki, termasuk anggota DPD DKI Jakarta Sarwono Kusumaatmadja.
Upaya yang dilakukan Greenpeace itu untuk membuka mata pemerintah bahwa penebangan hutan tropis di Indonesia tak terkendali. Mengutip laporan Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada 2007, angka deforestasi Indonesia periode 2000-2005 mencapai 1,8 juta hektare per tahun, di bawah Brasil yang berada di posisi teratas dengan laju deforestasi 3,1 juta hektare per tahun.
Namun karena total luasan hutan Indonesia lebih kecil daripada Brasil, laju deforestasi Indonesia jauh lebih besar, kata Hapsoro, salah seorang penggiat Greenpeace.
Menyikapi aksi Greenpeace itu, Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban mengatakan pesan Greenpeace itu sebagai peringatan saja.
Ya kita jadikan warning saja, ujarnya saat ditanya wartawan di kantor Wapres, Jumat.
Menhut juga membantah dan mempertanyakan konsistensi pihak Greenpeace dalam melakukan riset tersebut. Seharusnya, katanya, Greenpeace tidak hanya memprotes Indonesia. Sebaliknya harus bertindak tegas dan memojokkan negara-negara yang menerima kayu ilegal dari Indonesia.
Ada banyak, seperti Malaysia dan lainnya, ujarnya.
Kaban menambahkan, Indonesia telah melakukan program-program perbaikan dan penanaman hutan kembali. Itu sebabnya, Menhut justru mempertanyakan akurasi data Greenpeace.
Itu data kapan? Data tahun berapa? Dengan adanya operasi kayu ilegal dan lainnya, saya kira sudah jauh lebih baik, bantahnya.
Fakta lainnya, berdasarkan kajian Bank Dunia, Indonesia telah mengelola hutannya dengan baik. Apalagi ada komitmen dari negara Uni Eropa dan Amerika Serikat yang bekerja sama memberantas pembalakan liar.
Sumber: koran indonesia
ditulis oleh: Sang Fajar @ 3/17/2007 01:56:00 AM   0 comments
Pilih-pilih Mantu
Jumat, Maret 16, 2007
Pilih-Pilih Mantu

Pilih-Pilih Mantu
ditulis oleh: Sang Fajar @ 3/16/2007 04:13:00 AM   0 comments
Katro' nya Thukul Menghasilkan 0,5 Juta per Menit
Sabtu, Maret 10, 2007
Thukul Times
Berapa penghasilan anda saat ini? Berapa lama tolok ukur yang anda perlukan untuk mendapat penghasilan sebesar itu? Tahun, bulan, minggu, hari, atau bahkan jam? Beberapa saat lalu, perhatian publik di dunia tersedot pada sosok David Beckham saat menandatangani kontrak senilai US$ 250 juta dengan Los Angeles Galaxy. Nilai kontrak sebesar itu selama 5 tahun merumput di lapangan hijau; dengan hitungan kasar dapat diasumsikan bahwa Beckham dibayar sebesar 1 juta rupiah setiap menitnya jika Beckham terus berlaga dalam setiap pertandingan yang digelar.
nDesoDi negara maju, fantastisitas gaji dihitung berdasarkan akumulasi waktu yang diperlukan oleh seseorang untuk mendapatkan uang sebesar US$ 1 juta. Hitungan yang diajukan adalah kurun waktu untuk tahun, bulan, minggu, hari, jam, dan bahkan menit.
Namun itu semua ada di luar negeri; lalu bagaimana dengan di dalam negeri sendiri?
Orang nomor satu dan dua di republik ini - Presiden SBY dan Wapres JK - menerima gaji sebesar Rp.62.497.800,- untuk Presiden dan Wakil Presiden sebesar Rp.42.548.670,-. Itu adalah penghasilan yang diperoleh orang nomor satu dan dua di republik ini. Bayangkan, betapa jauh jumlah nominal yang harus diterima bila dibandingkan dengan David Beckham tadi. Tapi hal itu tidak berarti bahwasanya orang Indonesia lainnya menerima gaji di bawah orang nomor satu di negeri ini.nDeso
Thukul Arwana, adalah satu sensasi yang sempat mengguncang Indonesia. Mantan kernet angkot yang telah terbiasa hidup susah selama belasan tahun ini; kini ternyata mampu mengalahkan tokoh nomor satu di negeri ini dalam urusan finansial. Menurut kabar burung yang beredar (entah burungnya sapa, yang jelas burung thukul pun tak mampu memberi kabar...) dalam setiap episode tayang Acara Empat Mata di Trans7, Thukul menerima gaji sebesar Rp. 20.000.000,- untuk sekedar mengucap bahasa Inggris yang tidak baik dan tidak benar, cipika-cipiki, dan bahkan menunjukkan ke-ndeso-annya itu.
Itu hanya gaji yang diterima dari acara yang tayang satu jam setiap harinya itu, belum dari iklan yang dibawakannya. Namun ternyata "sang pendongkrak rating" ini mampu juga memanfaatkan peluang emas dalam mendulang rejeki yang menghampirinya. Rating yang tinggi menjadikan acara yang dibawakannya menjadi laris manis bak kacang goreng dalam sebuah pertunjukan wayang di pojok sebuah desa.
Sehingga kalau dihitung-hitung, jam tayang secara bersih tanpa menyertakan iklan, setiap episodenya hanya menampilkan Thukul selama 40 menit saja. Jadi......berapa duit yang dihasilkan Thukul pada hitungan menit untuk pekerjaan katro' yang dilakoninya??? Ya...Rp 500.000,- untuk menampilkan ke-gondrongan mulut wong Semarang satu ini. Itu belum termasuk penghasilannya menjadi bintang iklan dan presenter acara lain.
Dengan penghasilan sebesar itu, jika Thukul kita anggap sebagai buruh humor yang harus dibayar berdasar ketentuan UMR buruh kita secara nasional yang mencapai angka Rp 750.000,- per bulan atau 160 jam kerja; maka penghasilan Thukul seorang diri hanya bisa ditandingi oleh sebanyak 4300 buruh lain. Dengan kata lain, jika upah 4300 buruh tidak dikumpulkan, baru akan bisa menandingi gaji seorang Thukul.
nDeso
nDeso
nDeso
nDeso
ditulis oleh: Sang Fajar @ 3/10/2007 10:53:00 PM   0 comments
Selamat Jalan Mahaguru.....
Kamis, Maret 08, 2007

Masih ingat dalam benakku, di suatu hari Minggu pagi pada bulan Mei tahun 2005 silam (tanggal persisnya aku dah lupa); di sebuah ruang tamu rumah dinas staf menteri di pasar minggu, aku ngobrol santai dengan Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, SH., ML. Waktu itu memang hari libur, namun tidak bagiku, demikian juga dengan Prof. Koesnadi yang selalu sibuk dengan hari-harinya.
Siang hari sebelumnya, dari Jogja aku naik Adam Air dan tiba di Cengkareng satu jam sesudahnya. Begitu tiba, aku langsung telp beliau dan memastikan paginya aku dapat menghadap beliau. Agak susah memang mencari perumahan departemen pendidikan nasional di pasar minggu itu. Bayanganku pada suatu komplek perumahan yang megah dengan taman tertata rapi haruslah sirna seketika. Ternyata perumahan para pejabat pusat itu tidak banyak bedanya dengan perumahan penduduk biasa di kebanyakan kota lainnya.
Hati-hati memasuki gerbang perumahan, satpam sempat menghentikan mobil X-Trail yang aku kendarai, setelah basa-basi dan menjelaskan maksudku, satpam itu langsung mempersilahkan aku masuk setelah menunjukkan sebuah rumah yang ditempati Prof. Koesnadi.
Sambil berbicara santai dan menyantap hidangan roti serta secangkir teh manis, kami ngobrol banyak seputar masalah pembalakan hutan, penegakan hukum, sampai pada konsep penegakan keadilan yang dapat ditawarkan pada pemerintah. Memang, Prof. Koesnadi waktu itu bertugas sebagai dosen pembimbing aku dalam penyusunan karya ilmiah hukum lingkungan yang diampu beliau. Agak berbeda situasinya, saat aku awalnya merasa canggung untuk menghadap, dan ternyata sambutan yang aku terima lain dari yang aku bayangkan. Sungguh sosok yang sangat sederhana dengan kharisma yang jelas melekat di wajahnya.

Semua itu ternyata sebuah kenangan yang sangat manis bagi aku. Sampai aku tidak dapat membayangkan jika suatu ketika aku mendapati berita kecelakaan yang menimpa sebuah pesawat Garuda Indonesia yang membawa beliau, sekaligus merenggut nyawa beliau di antara ratusan penumpang lainnya.
Hanya untaian kalimat do'a yang bisa aku panjatkan, semoga semua amal ibadah beliau, merupakan bekal yang cukup bagi beliau untuk melanjutkan proses kehidupan di dunia yang berbeda.
Selamat jalan Prof. Koesnadi Hardjasoemantari, SH., ML. Selamat jalan sang Mahaguru......
ditulis oleh: Sang Fajar @ 3/08/2007 01:55:00 AM   0 comments
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan