.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Bintang itu kembali bersinar di hadapanku
Senin, Januari 01, 2007
Hari ini sepertinya aku memang patut untuk bingung. Bingung untuk memahami sebuah perasaan yang aku sendiri tak mampu untuk raba secara rinci, sebagai sebuah kebahagiaan ataukah kesedihan. Kebahagiaan atas sebuah pertemuan, ataukah kesedihan atas sebuah perubahan kesempatan.
Dua tahun bukanlah waktu yang relatif singkat untuk memahami sebentuk raga yang mampu menjadikan raga yang lain mengambil contoh positif dalam memandang hidup. Pengamatan yang aku lakukan memang hanyalah dari jauh, namun itu serasa mampu menjembatani kedekatan hati ini.
Ritme dalam sebuah aktivitas, keceriaan dalam sebuah kegiatan, sampai pada bentuk otak yang nampak mampu menampung memori di atas rata-rata; telah menyihir akal sehatku untuk melakukan apa yang orang lain katakan sebagai hal bodoh. Hal bodoh karena mereka hanya menganggap aku nongkrong membuang waktu, dan menerawang jauh tanpa adanya suatu kepastian bola mata ini menangkap sosok yang diharapkan.
Kenyataannya, pada malam tahun baru ini, aku justru dapat mengenal dekat; sosok yang mampu membangkitkan jiwaku pada sebuah kesadaran. Aku harus menjalani hidupku, sebagai bahagian dari takdirku. Masa lalu, sudah cukup untuk menjadi bagian dari pengalaman; hari ini adalah saat aku harus introspeksi diri; dan esok hari, biarlah berjalan apa adanya jika memang aku masih diberi kesempatan membuka mata dan membangkitkan raga.
Alunan lagu Cukup Satu Kata yang mungkin ditujukan atas diamku, atau bahkan untuk menampar kejantananku atas ciutnya nyaliku untuk menggetarkan pita suara ini, seakan membungkam tenggorokan ini. Aku tak mampu berkata, bahkan mengucapkan terima kasih atas semua pembelajaran hidup yang aku dapatkan; walau semua hanya melalui sebuah pengamatan.
Tahun baru, kesempatan yang baru pula seharusnya bagiku untuk menjalani hidup ini. Tuhan telah memberiku jalan, mempertemukan dengan orang yang banyak membantu dalam pendewasaan diri ini. Tak perlu ada siapapun orang yang tau, yang bersangkutan sekalipun. Sekiranya, aku dapat memohon pada Tuhan sebelum kupejamkan mata menutup hari ini; berikan kesempatan kelak dikemudian hari, aku mampu menjadi laki-laki tegar seperti dia yang telah menjadi inspirasi dalam diri ini.......
Seandainya memang Engkau tak berkenan mengabulkan do'a tadi, setidaknya jangan biarkan diri ini kehilangan untuk yang kedua kali!!!
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/01/2007 04:50:00 AM  
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan