.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Awas Merapi
Sabtu, Juni 10, 2006


Gunung Merapi sebagai sebuah gunung berapi yang berada di antara propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan empat kabupaten antara lain Sleman, Klaten, Magelang, dan Boyolali merupakan salah satu gunung di Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Letusan yang tercatat sejak tahun 1548, terhitung sebanyak 68 kali.

Memiliki ketinggian 2.968 m (9.737 kaki) di atas permukaan air laut, gunung ini berada pada posisi 7°32'30" LS dan 110°26'30" BT. Tipe yang dimiliki oleh merapi merupakan satu jenis gunung stratovolcano; yang merupakan tipe bagi pegunungan (gunung berapi) dengan bentuk yang tinggi dan mengerucut, serta terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras. Bentuknya yang curam menunjukkan adanya aliran lava kental yang membentuk bagian dindingnya, yang kemudian mendingin dan menjadi keras dalam alirannya.

Umumnya, lava yang dikeluarkan lebih bersifat asam karena tingginya konsentrasi kandungan silikat. Pemunculan gunung api ini lebih sering diakibatkan oleh peristiwa subduksi lempeng tektonik, dimana peristiwa subduksi itu sendiri terjadi sebagai akibat bertabrakannya lempeng samudra dengan lempeng benua, yang kemudian mengakibatkan penelupusan lempeng benua tersebut ke dalam astenosfer. Dua akibat berbeda dari proses subduksi adalah terbentuknya palung laut dan pegunungan. Pada kasus terbentuknya gunung Merapi, Merapi terbentuk sebagai akibat aktivitas Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia.

Proses subduksi lempeng litosfer samudra disebabkan densitasnya yang lebih tinggi, yang kemudian terjadi proses pencairan bagian lempeng ini menjadi magma.
Sifat penumpahan material eruptif yang terjadi sebagai akibat tingginya kandungan silikat menyebabkan gunung yang terbentuk memiliki struktur gabungan atau berlapis. Dan ini lebih umum dijumpai pada berbagai jenis gunung api yang ada.

Dalam kumpulan gunung berapi di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, gunung Merapi merupakan jenis gunung yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Sebagai gunung yang dikenal sangat aktif di dunia ini, letusan Merapi diperkirakan mulai berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Dalam aktivitas normal, letusan-letusan kecil Merapi terjadi dalam siklus 2-3 tahun, dan siklus letusan besar terjadi dalam kurun waktu 10-15 tahun sekali. Dalam catatan letusan-letusan Merapi, letusan besar yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanik antara lain pada tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Bahkan pada letusan besar di tahun 1006 diperkirakan mengakibatkan seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Hal ini yang diduga menyebabkan proses perpindahan kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur. Sementara menurut catatan lengkap atas rekaman peristiwa letusan Merapi, letusan besar yang menelan banyak korban jiwa terjadi pada tahun 1930 yang menghancurkan 13 desa dengan korban meninggal sebanyak 1400 jiwa.

Dalam pandangan masyarakat secara awam, terutama masyarakat lokal Merapi, keberadaan Merapi tidak dapat dipisahkan dari hal-hal yang bersifat mistis. Di bagian lereng sebelah utara, dikenal adanya pasar bubar. Disebut sebagai pasar bubar, karena banyak orang yang mendengar adanya suara ribut seperti aktivitas sebuah pasar yang akan bubaran. Dalam kajian ilmiah, suara-suara tersebut sebenarnya dihasilkan oleh adanya pertemuan angin dari dua arah yang berbeda, masing-masing dari celah lereng timur dan lereng tenggara yang kemudian menimbulkan desisan yang terkadang panjang terdengar hiruk-pikuk seperti situasi pasar yang sedang bubar.

Terkait dengan aktivitas Merapi yang semakin meningkat, instansi-instansi terkait telah banyak memberikan warning bagi penduduk sekitar untuk menghindari daerah rawan bencana, demi meminimalisir kemungkinan terburuk yang dapat ditimbulkan. Berbagai kegiatan dan penyelidikan ilmiah terus digalakkan, tak terkecuali dengan kegiatan spiritual yang lekat dalam adat Jawa untuk memohonkan pada yang kuasa agar selalu melindungi daerah sekitar dari bahaya amukan Merapi.
Untuk kegiatan yang terakhir, sempat juga saya terlibat, dalam upaya mencari perlindungan secara spiritual bersama-sama dalam sebuah kegiatan yang digelar di tempat mbah Maridjan, selaku juru kunci Merapi. Bersama dengan rombongan kami sempat memohonkan do'a bagi keselamatan seluruh warga dan lingkungan, agar selalu terhindar dari bahaya Merapi. Semoga, perjalanan panjang Merapi terus mampu memberikan catatan sejarah tentang kekuasaan dan tanda-tanda alam, sebagai bukti adanya kekuatan di luar diri manusia.

Hujan Abu yang Mengguyur Wilayah Dukun, Magelang


Aku dan mBah Maridjan
ditulis oleh: Sang Fajar @ 6/10/2006 11:46:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan