.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Dua Puluh Tujuh Tahun Telah Berlalu
Rabu, Februari 15, 2006
Puji syukur beribu-ribu kali masih belum pantas aku haturkan pada yang tunggal, sang awal keberadaan dan pemberi nafas kehidupan, pencipta atas segala sesuatu yang ada dan telah tiada, alfa dan omega, pemegang keputusan tunggal atas segala bentuk kehidupan.
Hari ini kembali aku diperkenankan melihat matahari pagi, untuk pertama kalinya dalam tahun ke-27 selama aku hidup. Bukan usia yang muda lagi bagi seorang manusia untuk tetap bersikap kekanak-kanakan; tetapi bukan usia yang terlampau tua bagi hamba-Nya untuk bersikap sombong atas pengalaman hidup. Esensi yang aku pahami, ulang tahun bukan merupakan tanda akan pertambahan usia; namun lebih merupakan suatu peringatan akan berkurangnya kesempatan hidup di dunia ini.
Berkurangnya kesempatan untuk bersikap lebih baik, dan semakin dekatnya waktu bagi kita untuk mempersiapkan bentuk kehidupan di dunia yang berbeda.
Secara pribadi, terima kasih bagi Dia yang telah menemani dan menuntun aku selama 27 tahun. Terima kasih pula bagi mereka yang telah menjadi bagian-bagian pengalaman aku selama 27 tahun aku telah menjalani kehidupan ini. Terima kasih bagi mereka yang telah mengingatkan aku akan datangnya hari ini, di mana hitungan baru akan perjalanan hidupku dimulai pada angka berbeda dengan tahun sebelumnya.
Semoga, 26 tahun yang lampau mampu menjadikan pengalaman berharga dalam menemaniku selama tahun ke-27 ini; dan semoga hal itu akan menjadi perulangan yang indah pada tahun-tahun mendatang. Sampai pada akhirnya aku sendiri tidak akan pernah menyadari pada hitungan ke berapa nafasku akan berhenti.....
ditulis oleh: Sang Fajar @ 2/15/2006 06:39:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan