.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Prediksi di Tahun 2006
Minggu, Januari 01, 2006
Tahun 2006 sudah datang, banyak orang yang berharap datangnya tahun ini mampu memberikan sedikit kebahagiaan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, tak sedikit yang berani menjanjikan bahwa pada tahun 2006 ini mereka akan menjadikan segala hal lebih baik dibanding tahun 2005 dan tahun-tahun sebelumnya. Usaha menuju ke arah yang "lebih baik" itu bukan hanya pada bisnis, keuangan, percintaan, keluarga, dan lain sebagainya; namun bisa juga pada keinginan yang lebih realistis.
Berbicara tentang keinginan menjadikan tahun baru ini menjadi lebih baik daripada sebelumnya, hal ini secara tidak langsung akan menyinggung tentang janji, prediksi, atau bahkan ramalan-ramalan tentang apa yang akan terjadi; yang kemudian dibandingkan dengan apa yang telah dilalui atau dialami. Namanya juga prediksi, target boleh dipasang setinggi-tinggi, ketercapaian hanyalah merupakan tolok ukur kemampuan. Terlebih lagi dengan ramalan, dugaan boleh dilontarkan, kenyataan yang terjadi dapat merupakan suatu realita yang memiliki nilai kebetulan 50% dari 50% lainnya yang sesuai.
Berbicara tentang ramalan, menjadi teringat akan ramainya orang memperbicangkan ramalan-ramalan yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Bagian informasi apapun di jaman teknologi terkini saat ini, tidak ada yang lepas dari jamahan sosok ramalan. Apalagi momentum tahun baru, semakin menjadikan peran ramalan sebagai suatu hal yang sedikit lebih diperhatikan daripada biasanya.
Raut muka gembira melihat ramalan akan kehidupan, keuangan, dan bahkan percintaan yang menjanjikan kebahagiaan; demikian pula sebaliknya. Namun sejauh ini, ramalan tetaplah ramalan. Satu hal yang tak dapat dijelaskan dengan logika dan akal sehat tentang kenyataan kebetulan yang terjadi atas ramalan yang pernah ada, seperti halnya jayabaya atau tingkatan nostradamus. Dan pada saat ramalan itu tidak menjadikan suatu kenyataan, orang justru tidak ada yang menggugat atau mempermasalahkan.
Masihkah anda ingat akan adanya ramalan dari seorang Permadi, tokoh paranormal dan politikus, yang banyak dikenal masyarakat itu? Dia meramalkan akan terjadinya sesuatu goro-goro berupa kerusuhan hebat terhadap republik ini. Kenyataannya, goro-goro itupun tak pernah terbukti.
Coba misalkan pada waktu itu saya sempat ngoceh secara asal dan menyebutkan di banyak media massa bahwa "pada akhir tahun 2005, tokoh teroris azahari akan tertembak mati", mungkin ocehan yang tak berdasar itu akan dianggap sebagai suatu ramalan jitu oleh banyak orang, karena kebetulan azahari memang mati!!!
Dan hal itu tidak menutup kemungkinan nama seorang Fajar akan dianggap sebagai nama sakti dari seorang peramal masa kini. Itu kalau ramalannya benar....... Tetapi kalau apa yang saya sebutkan itu ternyata salah atau tidak terbukti, tidak ada konsekuensi yang akan saya terima sebagaimana misal saya memberikan saksi dusta terhadap hukum. Dan nyatanya, bukankah contoh di atas itu sendiri juga merupakan suatu kebetulan???
Satu alasan yang masih saya ingat sampai saat ini, mengapa saya tidak pernah mempercayai akan adanya ramalan bintang atau zodiak yang banyak menghiasi media informasi saat ini. Bayangkan saja, berapa jumlah penduduk di seluruh dunia. Kalau kita asumsikan dengan bulatan terkecil, 6 milyar jumlah penduduk seluruh dunia. Lalu berapa banyak jumlah zodiak yang ada, hanya 12 jumlahnya; yaitu capricorn, aquarius, pisces, aries, taurus, gemini, cancer, leo, virgo, libra, scorpio, dan sagitarius. Andaikata ramalan zodiak itu memiliki nilai kebenaran yang tinggi terhadap kenyataan yang terjadi atas hasil ramalannya, rata2 500 juta orang akan memiliki peruntungan nasib yang sama, minimal hampir sama. Apakah itu mungkin???
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/01/2006 08:54:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan