.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Kaya Atau Miskin
Kamis, Januari 05, 2006
Dalam suatu kesempatan, pernah saya ditawarin oleh seseorang untuk mengambil alih sebuah unit usaha yang nyaris bangkrut dengan cara membeli. Banyak pertimbangan memang yang saya pikirkan sebelum mengambil keputusan. Belum sampai mengambil keputusan, sudah datang pula ejekan yang mengatakan kalau saya tidak berniat mengambil alih karena tidak ada cukup modal.
Berikan sedikit bagi mereka yang membutuhkan
Memang saya akui, modal saya cupet, modal yang ada cuman modal dengkul, itupun untuk berlari ke sana ke sini mencari celah yang bisa dijadikan uang. Meski demikian, ada satu hal yang saya syukuri, saya masih bisa merasa untung dibandingkan dengan banyak orang tidak bisa makan secara rutin 3x dalam sehari; dibandingkan dengan mereka yang harus menunggu keajaiban untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan; dibandingkan mereka yang tidak mengenal bangku sekolah; dibandingkan mereka yang tidak mengenal dunia sekitarnya, dan dibandingkan mereka yang tidak bisa merasa kaya secara nurani untuk memberikan sedikit rezeki bagi orang di sekitarnya.
Jangan biarkan harta itu terbakar
Untuk bagian yang terakhir tadi, satu hal yang saya sangat hargai, dan justru saya jadikan sebagai tolok ukur tentang kemampuan dan kekayaan terhadap apa yang kita miliki. Bagi saya, kaya tidak diukur dari apa yang kita miliki; namun lebih dilihat oleh orang lain sebagai suatu perwujudan terhadap apa yang mampu kita berikan bagi sesama. Tidak ada artinya tumpukan harta dan daftar kekayaan, apabila kita sendiri masih melakukan perhitungan untuk sedikit membantu mereka yang membutuhkan kita.
Semakin kaya diri kita, itu hanya akan terlihat dari semakin banyaknya apa yang telah kita berikan bagi mereka yang membutuhkan.

Jadi....bagi anda yang memiliki kekayaan berlimpah dan harta yang menggunung, dengan kendaraan mewah dan kerajaan bisnis yang besar; bagi saya anda masih jauh lebih miskin dibandingkan mereka yang hidupnya sederhana, dengan daftar kekayaan yang seadanya, namun mampu memberikan sumbangan yang besar bagi sesamanya. Apalah artinya kekayaan itu jika kita merasa rugi untuk berbagi dengan sesama? Bukankah dengan demikian justru menunjukkan bahwa kita ini sebenarnya miskin, karena apa yang kita miliki ternyata tidak mampu memberi ketenangan dan mencukupi kebutuhan diri kita sendiri; apalagi orang lain......
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/05/2006 07:20:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan