.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


HP dengan kamera 5 Megapixel
Minggu, Januari 29, 2006
HP dengan kamera 5 Megapixel
Akhir-akhir ini aku lagi pengen banget punya hp dengan kamera yang memiliki resolusi tinggi. Entah karena sengaja atau tidak, adikku mengirimkan email yang berisi penawaran ke aku tentang HP dengan kamera 5 Megapixel yang dijual sangat murah; bahkan bisa nego. Karena penasaran (didorong rasa tertarik) aku langsung buka aja file gambar yang di-attach ke dalam email tersebut. Rasa ketertarikan dan keingintahuan aku langsung hilang seketika. Bagaimana tidak??? Ternyata yang ditawarkan adalah HP 'dengan' kamera, bukan HP ber-kamera. Hehehe....
Pengen liat juga? Sapa tau justru anda yang tertarik.....
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/29/2006 10:55:00 AM   0 comments
Demokrasi itu mulai tumbuh di Chilli
Senin, Januari 16, 2006
Verónica Michelle Bachelet Jeria (lahir 29 September 1951) adalah seorang politisi Chili dari Partai Sosialis Chili dan mantan Menteri Kesehatan dan Menteri Pertahanan di bawah Presiden Ricardo Lagos. Ia mendapatkan 45,9% suara dalam dalam pemilihan presiden putaran pertama 11 Desember 2005. Ia mewakili Koalisi Partai-partai untuk Demokrasi dan maju pada pemilu presiden putaran kedua pada 15 Januari 2006 dengan Sebastián Piñera dari Pembaruan Nasional yang memperoleh 25,5% suara pada putaran pertama.
Bachelet adalah ibu dari tiga orang anak. Ia berpisah dengan suaminya. Ia dapat berbahasa Spanyol, Inggris, Jerman, Portugis, Prancis, dan sedikit Rusia.
Bachelet dilahirkan di Santiago dari Ángela Jeria, seorang antropolog dan ayahnya, Jenderal Angkatan Udara Alberto Bachelet. Ia lulus dari sekolah menengah umum pada 1969 di Liceo Nº 1 Javiera Carrera, sebuah sekolah khusus perempuan. Pada 1970 ia masuk sekolah kedokteran di Universitas Chili.
Pada masa pemerintahan Salvador Allende, ayah Bachelet bertugas di Kantor Distribusi Makanan, dan setelah kudeta pada 11 September 1973, ia ditahan dan disiksa di Akademi Perang Udara, karena dituduh berkhianat. Pada Maret 1974, sebagai akibat pukulan yang terus-menerus dialaminya, ia mendapatkan gagal jantung yang menyebabkan kematiannya. Bachelet dan ibunya pun ditahan dan disiksa di Villa Grimaldi, sebuah pusat penahanan terkenal di Santiago. Pada 1975, mereka berdua dibuang ke Australia, tempat kakak laki-laki Bachelet, Alberto, tinggal. Bachelet dan ibunya kemudian pindah lagi, kali ini ke Jerman Timur dan di sana ia belajar bahasa Jerman di Institut Herder di Leipzig serta melanjutkan studi kedokterannya di Universitas Humboldt di Berlin.
Pada 1979 Bachelet kembali ke Chili, dan di sana ia menyelesaikan studinya serta lulus dari sekolah kedokteran sebagai seorang ahli bedah di Universitas Chili pada 1982. Antara 1983 dan 1986 ia mengambil spesialisasi dalam pediatri dan kesehatan masyarakat di Rumah Sakit Anak-Anak Roberto del Río. Pada masa ini, ia kembali terjun ke dunia politik, untuk berjuang demi penegakan kembali demokrasi. Ia membantu organisasi nonpemerintah yang menolong anak-anak dari mereka yang disiksa dan dilenyapkan. Antara 1986 dan 1990, Bachelet mengepalai sebuah LSM yang bernama PIDEE.
Setelah pulihnya demokrasi pada 1990, ia bekerja untuk Departemen Kesehatan dan menjadi konsultan untuk Organisasi Kesehatan Seluruh Amerika, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perhimpunan Jerman untuk Kerjasama Teknik (GTZ).
Antara 1994 dan Juli 1997, Bachelet bekerja sebagai penasihat untuk Wakil Menteri Kesehatan. Karena minatnya akan hubungan sipil-militer, ia mulai mempelajari strategi militer di Akademi Studi Politik dan Strategi Nasional (Anepe) di Chili, dan memperoleh tempat nomor satu dalam promosinya, yang memungkinkannya belajar di Amerika Serikat di Sekolah Pertahanan Inter-Amerika di Washington, DC, dengan bea siswa kepresidenan. Pada 1998 ia kembali ke Chili untuk bekerja di Departemen Pertahanan sebagai penasihat menteri, dan lulus dari program Magister dalam ilmu kemiliteran di Akademi Perang Angkatan Bersenjata Chili.
Bachelet bergabung dengan Partai Sosialis Chili pada 1970-an. Pada 1995 ia menjadi bagian dari Komite Sentral partai dan dari 1998 hingga 2000 menjadi anggota aktif Komisi Politik partainya.
Pada 1996, ia mencalonkan diri sebagai walikota Las Condes (sebuah daerah pinggiran kota Santiago) untuk Partai Sosialis, dan hanya memperoleh 2,35% suara.
Bachelet diangkat menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Ricardo Lagos pada 11 Maret 2000. Pada 7 Januari 2002 ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan - perempuan pertama yang menduduki jabatan ini dalam sejarah Chili dan Amerika Latin.
Pada akhir 2004, karena namanya semakin populer dalam jajak pendapat umum, Bachelet menjadi kandidat Partai Sosialis untuk menjadi presiden, dan karena itu ia mengundurkan diri pada 1 Oktober tahun itu dari jabatannya di pemerintahan untuk memulai kampanyenya.
Pemilihan pendahuluan seharusnya diadakan untuk secara resmi menentukan calon presiden satu-satunya dari CPD. Namun saingan Bachelet, Soledad Alvear dari Partai Kristen Demokrat Chili - juga seorang perempuan - bekas anggota kabinet dari pemerintahan CPD sekarang dan dua pemerintahan sebelumnya, mengundurkan diri dua bulan sebelumnya, karena kurangnya dukungan dari partainya sendiri dan di pengumpulan pendapat umum.
Pada 11 Desember 2005, Bachelet menghadapi Joaquín Lavín, seorang calon sayap kanan dari Uni Demokratis Independen dan calon kanan-tengah Sebastián Piñera (Pembaruan Nasional). Lavín mencalonkan diri sebagai presiden pada 1999, dan ia dikalahkan dalam pemilihan gelombang kedua oleh Presiden Ricardo Lagos yang berkuasa sekarang. Bachelet memperoleh 46% suara, Piñera 24,4% dan Lavín 23,2%.
Bachelet menghadapi Sebastián Piñera dalam pemilihan gelombang kedua pada 15 Januari 2006 dan memenanginya. Dengan demikian, Bachelet merupakan perempuan kedua yang terpilih sebagai pemimpin di Amerika Selatan setelah Janet Jagan dari Guyana dan ketiga di Amerika Latin setelah Violeta Chamorro dari Nikaragua dan Mireya Moscoso dari Panama.
Hasil-hasil pendahuluan pemilihan gelombang kedua yang meliputi 99,71% dari tempat pemungutan suara diumumkan pada hari pemilihan pk. 19.00 waktu setempat dan menunjukkan bahwa Bachelet telah memperoleh lebih dari 53% suara.
Sebastián Piñera mengakui kekalahan langsung setelah hasil-hasil pendahuluan yang mencakup suara dari 97,52% TPS diumumkan.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/16/2006 07:27:00 PM   0 comments
Pelajaran dari Malari
Minggu, Januari 15, 2006
Tanggal 15 Januari besok menjadi hari cukup bersejarah, yakni persis 32 tahun terjadinya peristiwa yang populer disebut kerusuhan Malari (Malapetaka Januari). Inilah sebuah konflik internal yang agak mengubah konfigurasi politik kekuasaan pada era Orde Baru itu.
Kerusuhan itu pecah di beberapa wilayah Jakarta dalam bentuk pembakaran dan penjarahan massal, yang dilakukan berbagai kalangan masyarakat. Masih segar dalam ingatan bagaimana bangunan Proyek Senen pas siang hari itu terbakar habis dan biadabnya ratusan orang menjarah toko-toko di kompleks pertokoan yang terkenal itu.
Pemandangan yang serupa terjadi di daerah bisnis, Glodok. Di begitu banyak tempat para pengendara kendaraan harus rela menyaksikan harta mereka dirampas, dirusaki, sampai dibakari warga.
Di sekitar Senen dan juga di Salemba, entah berapa belas remaja atau pemuda yang tewas menjadi korban. Sebagian korban tewas ditembus peluru aparat keamanan dan sebagian lagi kehilangan nyawa akibat keberandalan massa.
Sejak siang hari sebagian besar Jakarta menjadi wilayah tak bertuan. Siapa pun akan dengan amat mudah menjarah berbagai barang di toko-toko, melempari orang Tionghoa yang tak bersalah, atau membakar mobil- mobil buatan Jepang.
Aparat keamanan praktis baru mampu mengendalikan keadaan sekitar waktu magrib dan pemerintah segera memberlakukan jam malam. Sirene ambulans dan bunyi rentetan peluru petugas keamanan masih terdengar kencang sampai hampir tengah malam.
Kobaran api dan gumpalan asap masih terlihat di beberapa wilayah Ibu Kota. Namun, situasi dengan cepat kembali menjadi normal pada tanggal 17-18 Januari 1974 dan aturan jam malam pun dikurangi.
Malari meletus ketika mahasiswa mengadakan pawai dari Kampus Universitas Indonesia di Salemba menuju Universitas Trisakti di Grogol. Mereka akhirnya dilarang melewati Jalan Tanah Abang II karena berniat menyerbu kantor CSIS, yang salah seorang pendirinya adalah Asisten Pribadi (Aspri) Presiden Bidang Khusus Mayjen Ali Moertopo.
Bukanlah cerita baru bahwa Ali Moertopo terlibat persaingan politik dengan Wapangab/Pangkopkamtib Jenderal Soemitro. Pada tanggal 2 Januari 1974, Soemitro bersama Ali Moertopo dan Kepala Bakin Letjen Sutopo Juwono menemui Presiden Soeharto di Jalan Cendana untuk saling membantah.
Selesai pertemuan, Soemitro kepada para wartawan membantah dirinya berniat melancarkan makar terhadap Soeharto. Kalau terus-terusan begini, seolah- olah Pak Mitro akan mengadakan makar. Ini orang dua diadu terus. Soemitro, Ali Moertopo, calon-calon presiden. Apa-apaan ini..., kata Soemitro sambil menunjuk Ali Moertopo (Kompas, 3 Januari 1974).
Rumor tentang rencana makar oleh Soemitro sebenarnya sudah beredar setahun sebelum Malari meletus. Ia sering berkunjung ke kampus-kampus di Jawa dan mengintrodusir pernyataan tentang kepemimpinan nasional yang dianggap membahayakan kekuasaan yang sah.
Terlepas dari kebenaran rumor makar oleh Soemitro, suasana politik sudah telanjur membusuk beberapa tahun sebelum terjadinya Malari. Tewasnya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Rene Louis Conrad, dalam konfrontasi antara mahasiswa melawan ABRI bulan September 1970 merupakan salah satu insiden politik yang penting.
Masyarakat muak menyaksikan Golkar memulai kebiasaan bermain curang untuk memenangi secara mutlak Pemilu 1971. Kerusuhan yang terjadi di Bandung pada Agustus 1973 menjadi awal kemunculan sentimen anti-Tionghoa.
Setelah meletusnya kerusuhan Malari, lebih dari 50 pemimpin lembaga-lembaga kemahasiswaan serta para cendekiawan ditangkapi. Beberapa surat kabar nasional dibredel.
Bukan cuma Soemitro yang menjadi korban Malari dan pada akhirnya mengundurkan diri. Sempat beredar kabar seram bahwa mantan Ketua MPRS Jenderal (Purn) AH Nasution pun akan ditangkap berita yang akhirnya tak menjadi kenyataan.
Soemitro yang terpental dari pusat kekuasaan menolak tawaran Soeharto untuk menduduki jabatan yang cukup penting, antara lain menjadi duta besar untuk Amerika Serikat (AS). Ali Moertopo pun praktis tersingkir ketika Soeharto membubarkan lembaga Aspri.
Seorang Aspri mengalami peristiwa tidak mengenakkan. Saat kerusuhan menjalar, ia meminta perlindungan dari Soemitro dan bersembunyi di bawah meja dengan badan gemetaran karena takut dihakimi keganasan massa.
Waktu kerusuhan masih terjadi, Soemitro, seorang jenderal combative, berani berhadapan langsung untuk menenangkan massa di Jalan Thamrin. Berbeda dengan seorang jenderal lain yang baru dua hari kemudian turun ke jalan pada saat situasi telah tenang.
Apa pun, setelah Malari, Soeharto tetap berdiri tegak. Jenderal demi jenderal, demonstrasi demi demonstrasi, tak mampu menggoyahkan kekuasaannya.
Sampai datangnya bulan Mei 1998, sama dengan Malari, Soeharto dirobohkan oleh aksi mahasiswa yang terus menggelombang dari hari ke hari mulai Agustus 1997.
Sama dengan Malari, aksi mahasiswa selalu jadi makanan empuk untuk disusupi orang-orang yang tak bertanggung jawab. Siapa yang untung dan siapa yang rugi gara-gara kerusuhan Mei 1998, Anda pasti sudah tahu.
Pelajaran pertama dari Malari 1974 dan Mei 1998 adalah selalu ada pihak-pihak yang mengail di air keruh demi kekuasaan. Mereka tidak peduli dengan kerugian nyawa maupun harta yang biasanya hanya diderita oleh kita, rakyat biasa.
Pelajaran kedua, dalam demokrasi dibutuhkan leadership yang mau melakukan dialog sehat dengan siapa saja. Tak ada tempat lagi bagi kepemimpinan model nanti saya gebuk, gitu aja kok repot, yang diam seribu bahasa, atau yang terlalu banyak berwacana.
Pelajaran ketiga, sikap oposisi oleh parlemen sungguh penting. Sudah waktunya partai-partai politik yang beroposisi segera membentuk kabinet bayangan supaya tidak asal ngoceh.
Pelajaran keempat, jangan sebentar-sebentar ribut. Masalah bangsa ini sudah beranak-pinak.
Kemarin ribut soal studi banding ke Mesir, hari ini heboh soal sedan Jaguar, dan esok... entah apa lagi....
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/15/2006 03:49:00 AM   0 comments
Efek Domino Registrasi HP Pra Bayar
Jumat, Januari 06, 2006
Akibat akan diterapkannya Registrasi Nomor Pra Bayar, sepertinya akan berdampak pada pelayanan publik lainnya. Denger-denger sedang dibahas anggaran pembuatan SIN yang mencapai 30 Milyar ditahun 2006.
Berikut ini rekaman percakapan telepon pemesanan pizza pada thn 2020.
======================================================
Operator : Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hut. Apakah yang bisa saya....
Konsumen : Hello, saya mau pesan pizza.
Operator : Boleh minta nomor kartu KTP anda, pak?
Konsumen : Tunggu, ini nih.. 6102049998-45-54610
Operator : Ok pak Bejo, anda tinggal di jalan Hang Tuah no.16, nomor telpon rumah anda 021-77726378, kantor anda 021-665872673 dan HP anda 0811-27894022, anda menelpon dari mana?
Konsumen : Dari rumah, eh darimana kamu tahu semua no telp saya?
Operator : Oh, kami terhubung ke database pusat pak..
Konsumen : Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?
Operator : Itu bukan ide yang bagus, pak..
Konsumen : Kenapa?
Operator : Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.
Konsumen : Jadi kamu merekomendasikan apa?
Operator : Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.
Konsumen : Darimana kamu tahu kalo saya bakal suka itu?
Operator : Hmmm.. minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul "Popular Hokkien Dishes" dari perpustakaan nasional.
Konsumen : Ok terserah lach, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya?
Operator : Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang, pak.. total keseluruhan adalah Rp. 190.000,-
Konsumen : Bisa saya bayar dengan kartu kredit?
Operator : Sepertinya bapak harus membayar cash, kartu kredit anda telah Over Limit dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000,- sejak bulan Agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda...
Konsumen : Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orangmu datang nganterin pizza.
Operator : Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai..
Konsumen : S.H.O.O.T... udahlah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama pizza diantar?
Operator : Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak.
Konsumen : APA?!?!
Operator : Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2015 dengan nopol B-3344-CD betul khan pak?
Konsumen : Sialan, ****** kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom pernah ngerasain ditonjok ya!!
Operator : Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat pada tanggal 15 Mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata-kata kotor kepada seorang polisi??
Konsumen : (terdiam....)
Operator : Ada yang lain, pak?
Konsumen : Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga khan ada gratis Coca Cola 3 cup khan?
Operator : Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap diabetes, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak...
Konsumen : HUHHH..... BATALIN AJA SEMUA!!!
Operator : Terima kasih atas telponnya pak, untuk komplain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan. terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hut.. Telepon berikutnya....
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/06/2006 08:13:00 AM   0 comments
Kaya Atau Miskin
Kamis, Januari 05, 2006
Dalam suatu kesempatan, pernah saya ditawarin oleh seseorang untuk mengambil alih sebuah unit usaha yang nyaris bangkrut dengan cara membeli. Banyak pertimbangan memang yang saya pikirkan sebelum mengambil keputusan. Belum sampai mengambil keputusan, sudah datang pula ejekan yang mengatakan kalau saya tidak berniat mengambil alih karena tidak ada cukup modal.
Berikan sedikit bagi mereka yang membutuhkan
Memang saya akui, modal saya cupet, modal yang ada cuman modal dengkul, itupun untuk berlari ke sana ke sini mencari celah yang bisa dijadikan uang. Meski demikian, ada satu hal yang saya syukuri, saya masih bisa merasa untung dibandingkan dengan banyak orang tidak bisa makan secara rutin 3x dalam sehari; dibandingkan dengan mereka yang harus menunggu keajaiban untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan; dibandingkan mereka yang tidak mengenal bangku sekolah; dibandingkan mereka yang tidak mengenal dunia sekitarnya, dan dibandingkan mereka yang tidak bisa merasa kaya secara nurani untuk memberikan sedikit rezeki bagi orang di sekitarnya.
Jangan biarkan harta itu terbakar
Untuk bagian yang terakhir tadi, satu hal yang saya sangat hargai, dan justru saya jadikan sebagai tolok ukur tentang kemampuan dan kekayaan terhadap apa yang kita miliki. Bagi saya, kaya tidak diukur dari apa yang kita miliki; namun lebih dilihat oleh orang lain sebagai suatu perwujudan terhadap apa yang mampu kita berikan bagi sesama. Tidak ada artinya tumpukan harta dan daftar kekayaan, apabila kita sendiri masih melakukan perhitungan untuk sedikit membantu mereka yang membutuhkan kita.
Semakin kaya diri kita, itu hanya akan terlihat dari semakin banyaknya apa yang telah kita berikan bagi mereka yang membutuhkan.

Jadi....bagi anda yang memiliki kekayaan berlimpah dan harta yang menggunung, dengan kendaraan mewah dan kerajaan bisnis yang besar; bagi saya anda masih jauh lebih miskin dibandingkan mereka yang hidupnya sederhana, dengan daftar kekayaan yang seadanya, namun mampu memberikan sumbangan yang besar bagi sesamanya. Apalah artinya kekayaan itu jika kita merasa rugi untuk berbagi dengan sesama? Bukankah dengan demikian justru menunjukkan bahwa kita ini sebenarnya miskin, karena apa yang kita miliki ternyata tidak mampu memberi ketenangan dan mencukupi kebutuhan diri kita sendiri; apalagi orang lain......
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/05/2006 07:20:00 PM   0 comments
Prediksi di Tahun 2006
Minggu, Januari 01, 2006
Tahun 2006 sudah datang, banyak orang yang berharap datangnya tahun ini mampu memberikan sedikit kebahagiaan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, tak sedikit yang berani menjanjikan bahwa pada tahun 2006 ini mereka akan menjadikan segala hal lebih baik dibanding tahun 2005 dan tahun-tahun sebelumnya. Usaha menuju ke arah yang "lebih baik" itu bukan hanya pada bisnis, keuangan, percintaan, keluarga, dan lain sebagainya; namun bisa juga pada keinginan yang lebih realistis.
Berbicara tentang keinginan menjadikan tahun baru ini menjadi lebih baik daripada sebelumnya, hal ini secara tidak langsung akan menyinggung tentang janji, prediksi, atau bahkan ramalan-ramalan tentang apa yang akan terjadi; yang kemudian dibandingkan dengan apa yang telah dilalui atau dialami. Namanya juga prediksi, target boleh dipasang setinggi-tinggi, ketercapaian hanyalah merupakan tolok ukur kemampuan. Terlebih lagi dengan ramalan, dugaan boleh dilontarkan, kenyataan yang terjadi dapat merupakan suatu realita yang memiliki nilai kebetulan 50% dari 50% lainnya yang sesuai.
Berbicara tentang ramalan, menjadi teringat akan ramainya orang memperbicangkan ramalan-ramalan yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Bagian informasi apapun di jaman teknologi terkini saat ini, tidak ada yang lepas dari jamahan sosok ramalan. Apalagi momentum tahun baru, semakin menjadikan peran ramalan sebagai suatu hal yang sedikit lebih diperhatikan daripada biasanya.
Raut muka gembira melihat ramalan akan kehidupan, keuangan, dan bahkan percintaan yang menjanjikan kebahagiaan; demikian pula sebaliknya. Namun sejauh ini, ramalan tetaplah ramalan. Satu hal yang tak dapat dijelaskan dengan logika dan akal sehat tentang kenyataan kebetulan yang terjadi atas ramalan yang pernah ada, seperti halnya jayabaya atau tingkatan nostradamus. Dan pada saat ramalan itu tidak menjadikan suatu kenyataan, orang justru tidak ada yang menggugat atau mempermasalahkan.
Masihkah anda ingat akan adanya ramalan dari seorang Permadi, tokoh paranormal dan politikus, yang banyak dikenal masyarakat itu? Dia meramalkan akan terjadinya sesuatu goro-goro berupa kerusuhan hebat terhadap republik ini. Kenyataannya, goro-goro itupun tak pernah terbukti.
Coba misalkan pada waktu itu saya sempat ngoceh secara asal dan menyebutkan di banyak media massa bahwa "pada akhir tahun 2005, tokoh teroris azahari akan tertembak mati", mungkin ocehan yang tak berdasar itu akan dianggap sebagai suatu ramalan jitu oleh banyak orang, karena kebetulan azahari memang mati!!!
Dan hal itu tidak menutup kemungkinan nama seorang Fajar akan dianggap sebagai nama sakti dari seorang peramal masa kini. Itu kalau ramalannya benar....... Tetapi kalau apa yang saya sebutkan itu ternyata salah atau tidak terbukti, tidak ada konsekuensi yang akan saya terima sebagaimana misal saya memberikan saksi dusta terhadap hukum. Dan nyatanya, bukankah contoh di atas itu sendiri juga merupakan suatu kebetulan???
Satu alasan yang masih saya ingat sampai saat ini, mengapa saya tidak pernah mempercayai akan adanya ramalan bintang atau zodiak yang banyak menghiasi media informasi saat ini. Bayangkan saja, berapa jumlah penduduk di seluruh dunia. Kalau kita asumsikan dengan bulatan terkecil, 6 milyar jumlah penduduk seluruh dunia. Lalu berapa banyak jumlah zodiak yang ada, hanya 12 jumlahnya; yaitu capricorn, aquarius, pisces, aries, taurus, gemini, cancer, leo, virgo, libra, scorpio, dan sagitarius. Andaikata ramalan zodiak itu memiliki nilai kebenaran yang tinggi terhadap kenyataan yang terjadi atas hasil ramalannya, rata2 500 juta orang akan memiliki peruntungan nasib yang sama, minimal hampir sama. Apakah itu mungkin???
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/01/2006 08:54:00 PM   0 comments
Detik kabisat
Ada satu hal yang istimewa pada tahun 2006 ini. Istimewa bukan karena berkaitan dengan suatu hal bagi saya, tetapi lebih bagi dunia. Istimewa bukan karena merupakan satu-satunya peristiwa sepanjang sejarah jaman, namun karena rentang waktu yang diperlukan untuk mencapai kesempurnaan itu sangatlah lama. Namun bagi sebagian orang yang tidak mengetahuinya, barangkali tidak ada hal yang istimewa berkenaan dengan detik kabisat yang terjadi di tahun ini.
Detik kabisat adalah penyisipan satu detik ke dalam kalender. Satu detik disisipkan dengan maksud agar standar waktu yang disiarkan kepada masyarakat umum dipertahankan supaya selalu dekat (hampir cocok) dengan harga mean waktu matahari. Detik kabisat diperlukan untuk memelihara standar waktu supaya cocok dengan kalender sipil, yang berdasarkan dengan observasi astronomi.
Penyiaran standar waktu sipil kepada masyarakat adalah berdasarkan Waktu Unversal Terkoordinasi (UTC), yang dipelihara oleh jam atom yang sangat akurat. Untuk menjaga agar penyiaran waktu UTC selalu dekat (hampir cocok) dengan mean waktu matahari, harga UTC kadang-kadang perlu disisipkan detik tambahan, atau "detik kabisat", sejumlah satu detik. Dalam jangka waktu yang lama, penambahan detik kabisat terus meningkat dengan kecepatan hampir serupa dengan parabola 31 s/abad2 (lihat ΔT).
Meski demikian, detik kabisat tidak berhubungan sama sekali dengan tahun kabisat.
Alasan utama perlunya menyisipkan detik kabisat adalah putaran bumi di sumbunya semakin melambat. Hari matahari sebenarnya semakin bertambah panjang sebanyak 1.7 milisekon setiap abad, terutama karena pengaruh pasang-surut oleh bulan. Detik SI yang dihitung dengan standard waktu atom telah didefinisikan sedemikian rupa sehingga panjangnya tidak sama dengan detik nominal yang berjumlah 1/86400 dari mean hari matahari di suatu saat di dalam abad ke 19. Sejak saat itu, panjangnya hari matahari secara perlahan-lahan terus bertambah. Sehingga ukuran waktu yang dihitung dari putaran bumi telah mengumpulkan keterlambatan (delay) jika dibandingkan dengan waktu standard jam atom. Disetiap saat keterlambatan mendekati jumlah satu detik, sebuah detik kabisat akan ditambahkan ke dalam UTC.
Pengumuman untuk menyisipkan detik kabisat diberikan bilamana perbedaan antara UTC dan UT1 mendekati setengah detik. Ini untuk menjaga agar perbedaan antara UTC dan UT1 tidak melebihi ±0.9 s. Setelah 23:59:59 UTC, sebuah detik kabisat positif akan menyebabkan penghitungan 23:59:60 UTC sebelum jam berubah menjadi 00:00:00 UTC. Kemungkinan terjadinya sebuah detik kabisat negatif juga ada, jika putaran bumi menjadi sedikit lebih cepat; dalam kasus ini, 23:59:58 UTC akan diikuti oleh 00:00:00 UTC.
Detik kabisat hanya terjadi di akhir bulan UTC, dan hanya telah disisipkan pada akhir tanggal 30 Juni, atau akhir 31 Desember. Berbeda dengan hari kabisat, mereka terjadi secara bersamaan di seluruh dunia; sebagai contoh, sebuah detik kabisat tanggal 31 Desember akan dilakukan sebagai 6:59:60 am Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). International Earth Rotation System (IERS) bertanggung jawab untuk mengukur rotasi bumi dan menentukan apakah sebuah detik kabisat diperlukan. Pengumuman mereka dilakukan di buletin C, biasanya diterbitkan setiap enam bulan.
Secara sejarah, detik kabisat telah disisipkan kira-kira setiap 18 bulan. Namun, kecepatan putaran bumi adalah tidak bisa diperkirakan dalam waktu panjang. Sehingga tidaklah mungkin untuk membuat perhitungan untuk memperkirakan detik kabisat lebih dari satu tahun sebelumnya. Antara Januari 1972 dan November 2001, IERS telah memberikan 22 kali perintah untuk menyisipkan detik kabisat. Paling terakhir adalah 1998-12-31 23:59:60 UTC; selang waktu setelah itu adalah yang terlama tanpa detik kabisat. Tanggal 4 Juli 2005, IERS mengumumkan bahwa detik kabisat yang akan datang akan terjadi di akhir Desember 2005.
Sehari selanjutnya, tanggal 5 Juli 2005, Kepala bagian Pusat Orientasi Bumi dari IERS memberikan pengumuman meminta proposal untuk Kelompok Belajar ke 7 ITU-R (WP7-A) untuk menghapus detik kabisat dari penyiaran standard UTC sebelum tahun 2008 (ITU-R bertanggung jawab atas definisi UTC). Proposal ini diharapkan untuk dipertimbangkan di bulan November 2005. Bila diterima, detik kabisat secara teknis akan diganti dengan jam kabisat. Ini dilakukan sebagai suatu cara untuk memenuhi persayratan legal dari beberapa negara anggota ITU-R yang memerlukan waktu sipil untuk dihubungkan secara astronomis kepada matahari.
Sejarah Penyisipan Detik Kabisat
1. 30 Juni 1972
2. 31 Desember 1972
3. 31 Desember 1973
4. 31 Desember 1974
5. 31 Desember 1975
6. 31 Desember 1976
7. 31 Desember 1977
8. 31 Desember 1978
9. 31 Desember 1979
10. 30 Juni 1981
11. 30 Juni 1982
12. 30 Juni 1983
13. 30 Juni 1985
14. 31 Desember 1987
15. 31 Desember 1989
16. 31 Desember 1990
17. 30 Juni 1992
18. 30 Juni 1993
19. 30 Juni 1994
20. 31 Desember 1995
21. 30 Juni 1997
22. 31 Desember 1998
23. 31 Desember 2005
ditulis oleh: Sang Fajar @ 1/01/2006 07:28:00 AM   0 comments
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan