.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Kembali, Ledakan Bom di Indonesia Menutup Tahun 2005
Sabtu, Desember 31, 2005
Masih terlintas dalam ingatan, bagaimana ledakan bom menyisakan kepedihan bagi bangsa ini. Tak hanya beban mental bagi para korban, namun juga banyak orang yang merasa was-was akan adanya ancaman bomb di mana saja tanpa diduga.
Berikut daftar panjang lembaran hitam ledakan bom yang pernah terjadi di Indonesia:
Bom Kedubes Filipina, Jakarta 2000. 1 Agustus 2000, bom meledak dari sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat. 2 orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T Caday.
Bom Kedubes Malaysia, Jakarta 2000. 27 Agustus 2000, granat meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban jiwa.
Bom Gedung Bursa Efek Jakarta 2000. 13 September 2000, ledakan mengguncang lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta. 10 orang tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan.
Bom malam Natal 2000. 24 Desember 2000, serangkaian ledakan bom pada matal Natal di beberapa kota di Indonesia, merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta mengakibatkan 37 mobil rusak.
Bom Plaza Atrium Senen, Jakarta 2001. 23 September 2001, bom meledak di kawasan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. 6 orang cedera.
Bom Restoran KFC, Makassar 2001. 12 Oktober 2001, ledakan bom mengakibatkan kaca, langit-langit, dan neon sign KFC pecah. Tidak ada korban jiwa. Sebuah bom lainnya yang dipasang di kantor MLC Life cabang Makassar tidak meledak.
Bom sekolah Australia, Jakarta 2001. 6 November 2001, bom rakitan meledak di halaman Australian International School (AIS), Pejaten, Jakarta.
Bom malam Tahun Baru 2002. 1 Januari 2002, Granat manggis meledak di depan rumah makan ayam Bulungan, Jakarta. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka. Di Palu, Sulawesi Tengah, terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban jiwa.
Bom Bali 2002. 12 Oktober 2002, tiga ledakan mengguncang Bali. 202 korban yang mayoritas warga negara Australia tewas dan 300 orang lainnya luka-luka. Saat bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban jiwa.
Bom Restoran McDonald's Makassar 2002. 5 Desember 2002, bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran McDonald's Makassar. 3 orang tewas dan 11 luka-luka.
Bom Kompleks Mabes Polri, Jakarta 2003. 3 Februari 2003, bom rakitan meledak di lobi Wisma Bhayangkari, Mabes Polri Jakarta. Tidak ada korban jiwa.
Bom Bandara Cengkareng, Jakarta 2003. 27 April 2003, bom meledak dii area publik di terminal 2F, bandar udara internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. 2 orang luka berat dan 8 lainnya luka sedang dan ringan.
Bom JW Marriott 2003. 5 Agustus 2003, bom menghancurkan sebagian hotel JW Marriott. Sebanyak 11 orang meninggal, dan 152 orang lainnya mengalami luka-luka.
Bom cafe, Palopo 2004, terjadi pada 10 Januari 2004 di Palopo, Sulawesi menewaskan empat orang. (BBC)
Bom Kedubes Australia 2004, 9 September 2004, ledakan besar terjadi di depan Kedutaan Besar Australia. 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Ledakan juga mengakibatkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya seperti Menara Plaza 89, Menara Grasia, dan Gedung BNI.
Bom Kedubes Indonesia, Paris 2004 terjadi pada 8 Oktober 2004, tidak ada korban jiwa.
Bom Pamulang, Tangerang 2005, 8 Juni 2005, bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril alias M Iqbal di Pamulang Barat. Tidak ada korban jiwa.
Bom Bali 2005, 1 Oktober 2005, bom kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22 orang tewas dan 102 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di R.AJA's Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan di Nyoman Café Jimbaran.
Pemboman Palu 2005, 31 Desember 2005, bom meledak di sebuah pasar di Palu, Sulawesi Tengah yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 12/31/2005 01:52:00 PM   0 comments
Pesan Natal PGI dan KWI 2005
Minggu, Desember 25, 2005
"Janganlah Takut Sebab Aku Menyertai Engkau"


Pesan Natal Bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dan Konferensi Wali Gereja Indonesia Tahun 2005: "JANGANLAH TAKUT SEBAB AKU MENYERTAI ENGKAU ..." (Yes. 41:10a). Kepada segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada. Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Dengan hati yang penuh syukur dan sukacita umat Kristiani Indonesia merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat dunia. Di tengah berbagai kondisi yang mewarnai kehidupan, Natal selalu membawa sukacita dan pengharapan.

Lagu-lagu Natal dan kidung-kidung rohani yang dikumandangkan dalam perayaan-perayaan Natal, membuat manusia sungguh¬-sungguh hidup walaupun ada kegetiran, kepahitan, luka dan duka di dalamnya. Yesus sendiri yang bersabda, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam kelimpahan" (Yoh. 10:10b).

Ia memberi hidup bagi orang-orang miskin, para tawanan, orang-orang tertindas, orang-orang buta, orang-orang yang tersingkir dan tersungkur, serta mereka yang terhempas dan terkandas (bdk, Luk. 4:18-19; 7:22). Umat Kristiani Indonesia merayakan Natal 2005 ini dalam suasana yang khusus.

Berbagai peristiwa memilukan terjadi akhir-akhir ini dan mendera kehidupan bangsa. Berbagai krisis yang melilit perjalanan bangsa sejak beberapa tahun terakhir belum kunjung usai, bahkan makin menyengsarakan kehidupan rakyat.

Krisis kepercayaan melahirkan iklim politik yang tidak sehat. Suatu keadaban yang diwarnai rasa curiga, iri hati, perselisihan dan balas dendam telah mengganggu hubungan antar warga bangsa. Bencana alam, wabah penyakit dan kelaparan melanda beberapa wilayah di tanah air. Kebebasan beragama dan beribadah menghadapi berbagai halangan karena melemahnya sikap tenggang rasa. Suasana seperti ini telah membuat kita sebagai bangsa takut untuk memandang masa depan. Sanggupkah kita keluar dari situasi sulit yang melilit kehidupan kita? Kapankah semua persoalan ini akan berakhir?

Situasi sulit seperti ini pernah dialami oleh umat Allah di zaman Perjanjian Lama yang harus menjalani hidup di tanah pembuangan Babilonia (2 Taw. 36:11-21). Kenyataan ini merupakan pengalaman pahit yang mengguncang iman mereka. Sekian lama mereka tinggal di tanah pembuangan, jauh dari tanah air mereka sendiri. Dalam suasana merasa ditinggalkan sendirian oleh Allah, mereka tidak melihat harapan untuk bebas dari pembuangan. Akibatnya, mereka takut berharap dapat keluar dari kesulitan yang membelenggu mereka dan takut memandang masa depan.

Dalam situasi seperti itu dengan perantaraan Nabi Yesaya, Allah berjanji untuk membawa mereka kembali ke tanah air mereka (Yes. 40:10-11; bkd, 2 Taw. 36:22-23; Ezr. 1:1-4). Allah berkuasa atas alam semesta (Yes. 45:11-13) dan karena itu umat dapat tetap berharap kepada-Nya. Mereka juga diingatkan untuk tidak takut atau bimbang karena Allah sendiri menyertai mereka dan mempersiapkan masa depan untuk mereka (Yes. 41: 10).

Allah ada bersama umat-Nya dan turut merasakan pengalaman pahit yang mereka alami. Allah meneguhkan dan menolong mereka, bekerja bersama mereka membangun pengharapan baru. Dengan nama Immanuel, yang berarti "Allah menyertai kita" (Yes. 7:14; Mal. 1: 23), diingatkan bahwa Ia terlibat dalam usaha-usaha mengatasi segala persoalan dan kesulitan yang membelenggu bangsa kita selama ini.

Natal mengingatkan kita bahwa Allah yang menjadi manusia juga merasakan dan mengalami persoalan¬-persoalan hidup kita sebagai manusia. Allah tidak hanya menonton pergumulan kita, atau hanya melihat kita waktu penderitaan mendera. Ia tidak membiarkan kita bekerja sendirian, tetapi bekerja bersama kita, menghadapi segala persoalan kita. Dalam keyakinan bahwa Allah telah datang dan menyertai kita, janganlah kita menjadi takut dan putus asa, tetapi justru dengan penuh semangat dan pengharapan, bekerja membangun masa depan yang lebih baik.

Dengan berpegang teguh pada Firman Allah yang menegaskan bahwa Ia senantiasa menyertai kita, marilah kita bersama seluruh warga bangsa terus-menerus berusaha membangun keadaban baru.

Marilah kita wujudkan pengharapan untuk menjadi suatu bangsa yang bebas dari korupsi; menghargai kemajemukan, anti kekerasan, menjunjung tinggi hukum dan keadilan, menghargai hak asasi manusia, dan melestarikan keutuhan ciptaan, menuju kehidupan yang lebih baik. Kami berharap bahwa peristiwa Natal sungguh-sungguh memberikan kekuatan, inspirasi, pencerahan dan visi baru bagi, umat Kristiani Indonesia untuk melaksanakan tugas kesaksian dengan setia di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Semoga peristiwa Natal benar-benar membangkitkan kesadaran baru bagi umat Kristiani Indonesia untuk memperkukuh ikatan persaudaraan dengan seluruh warga bangsa sambil terus-menerus memeriksa diri dan membaca tanda-tanda zaman agar dapat berperan signifikan dalam pembangunan bangsa dan negara dengan cara-cara yang tepat. Selamat Natal 2005 dan Tahun Baru 2006.


Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Ketua Umum : Pdt. Dr. A.A Yewangoe
Sekretaris Umum : Pdt. Dr. Richard M. Daulay

Konferensi Waligereja Indonesia
Ketua : Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J.
Sekretaris Jenderal : Mgr. Ignatius Suharyo
ditulis oleh: Sang Fajar @ 12/25/2005 08:28:00 AM   0 comments
Selamat Natal 2005
Selamat Natal 2005
ditulis oleh: Sang Fajar @ 12/25/2005 02:06:00 AM   0 comments
1000 BURUNG KERTAS
Minggu, Desember 18, 2005
1000 BURUNG KERTAS

Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran, Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl, menggantungkannya di dalam kamar Girl. Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu... Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua...

Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis...Ke Paris...

Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu... Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy, kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya. Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak
berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!!

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras... dia pernah menjual koran...
menjadi karyaw an sementara...bisnis kecil... setiap pekerjaan kerjakan dengan sangat baik dan tekun. Sudah lewat beberapa tahun... Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan.
Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari... waktu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orangtua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Girl.... Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Boss.

Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut. Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan , Boy tercegang oleh apa yang ada didepan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy. Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup, Orang-tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke Paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang
harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.
Girl mengatakan... kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos. Mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah...

Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 12/18/2005 03:54:00 AM   0 comments
Gusti Allah Ora Sare
Sabtu, Desember 17, 2005
Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.

Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah. Badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana.

Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja."

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk.Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.

Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja,mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang.
Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.

"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih.
Namun, agaknya saya keliru...

"Gusti Allah, ora sare dik, (Tuhan itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya."

Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau
besok masih hujan.....". Deg. Duh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". Tuhan Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.
Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani.
Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok. Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak saya. "Ya Tuhan, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat"
Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan.
Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat,
Gusti Allah Ora Sare..... Gusti Allah Ora Sare.....

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Tuhan memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.
Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Tuhan punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Tuhan pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.

Aku berdoa agar diberikan kekuatan...
Namun, Tuhan memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...
Namun, Tuhan memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...
Namun, Tuhan memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.

Aku berdoa agar diberikan keberanian...
Namun, Tuhan memberikanku persoalan agar aku mampu menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang.....
Namun, Tuhan memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat
berbagi dengannya.

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...
Namun, Tuhan memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 12/17/2005 03:48:00 AM   0 comments
Perang Dingin
Sabtu, Desember 03, 2005
Pada tanggal 3 Desember 1989, tepat 16 tahun yang lalu, Presiden USA George H. W. Bush dan dan Presiden Uni Sovyet saat itu Mikhail Gorbachev di Malta berjumpa dan secara bersama mengatakan bahwa Perang Dingin bisa selesai dalam masa dekat. Ungkapan kedua tokoh pemimpin negara adi daya tersebut dimuat dalam berbagai surat kabar di Amerika dan Uni Soviet seolah-olah perang dingin benar-benar sudah selesai. Itu hanya bagi kedua negara yang banyak memiliki kepentingan terhadap berbagai belahan negara di dunia tersebut, namun bagaimana dengan negara-negara lain???
Benarkah perang dingin telah selesai?????????
ditulis oleh: Sang Fajar @ 12/03/2005 10:04:00 AM   0 comments
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan