.

 
Mesin Pencari


Sisi Lain


Catatan bukan Cacatan

Hubungi Temangsang
My status
Sssstttt.....


Halaman ini telah dibuka sebanyak:
Counter
Prosentase Pengunjung
Data Pengunjung
IP Address Anda


Handsdown
Selasa, November 29, 2005

My hopes are so high that your kiss might kill me
so won't you kill me so i die happy
my heart is your to fill or burst
or break or bury
or wear as jewelry
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/29/2005 09:53:00 AM   0 comments
Melankolis Tak Hanya Dominasi Kaum Gadis
Minggu, November 27, 2005

Pernah aku diejek ama teman aku, hanya karna soal selera musik. Dia kaget waktu dengar selera musik yang sedang aku nikmati. Belum lagi komentar yang sempat keluar dari corong makanannya.....
Ga nyangka....mas fajar ternyata selera musiknya melow banget.....
Prinsip aku, tampang boleh sangar, musik ga harus hingar bingar. Muka boleh galak, tapi soal musik ga harus menyentak. Bicara boleh keras, dan sekali lagi soal musik ga harus ganas. Banyak deh...
Memang, banyak orang yang suka akan musik karna dipengaruhi latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang emang suka group band karna vokalisnya, ada yang suka musik karna alunan nadanya, ada yang suka suatu musik karna sesuai dengan keadaaan hatinya, ada yang suka musik karna memang lagi pas ama kejadian yang dialaminya, bahkan yang lebih ekstrem lagi, ada yang suka musik cuman karna ga mau dibilangin kuper.
Bicara soal musik, aku boleh dibilang kuper. Karna emang ga mengikuti secara cermat perkembangan dan gosip yang menyertainya. Tapi biar bagaimanapun, blogger juga manusia, jadi sah-sah aja khan kalo suka suatu musik tertentu tanpa harus menyertakan kepribadian sebagai latar belakang dukungan atas suatu aliran musik???
Suatu ketika, aku suka musik karna memang syairnya yang menyentuh. Pernah juga aku suka musik karna situasi trend yang menjadikannya aku sering mendengar. Wajar memang, perasaan suka bisa muncul karna adanya suatu faktor yang biasa. Dan itu berlaku pula pada musik.
Satu ketika pula, aku juga menyukai musik karna terasa pas banget saat aku dengarkan dan kufungsikan sebagai kawan dalam suatu kegiatan. Kalo yang satu ini, coba dipikir..... apa mungkin kita berkawan dengan musik yang carut marut dan hingar bingar, sementara otak kita perlu konsentrasi penuh untuk berpikir???
Dari dulu, sampai sekarang blog ini ditulis, aku memang selalu suka pada lagu-lagu yang dibawakan Rossa. Walau banyak yang bilang terlalu menjijikkan bagi seorang pria untuk menyukai lagu yang dinyanyikan Rossa. Tapi aku tetap ga perduli. Namanya suka ya tetap suka. titik.
Cuman masalahnya, satu hal yang membuat aku kadang bingung. Faktor mana yang sebenarnya membuat aku jadi suka akan lagu-lagunya Rossa..... Kok kalau dipikir ya suka aja.
Bisakah anda mengatakannya???
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/27/2005 11:50:00 PM   0 comments
Satu langkah tlah berpijak
Sabtu, November 26, 2005
Hari ini, satu langkah tlah kulalui. Telah kupijakkan kaki ini selangkah ke depan. Gelar ketiga udah aku raih. Masih jauh memang perjalanan, dan masih banyak pula peluh dan keringat yang akan membasahi tubuh ini. Bukan berarti semakin banyak gelar yang kusandang akan semakin membuka jalan aku menuju masa depan, tapi justru sebaliknya. Dengan bertambahnya gelar di belakang namaku, semakin sempit jalan aku menuju masa depan. Karena persaingan akan semakin berat, persaingan dalam hal pertanggungjawaban atas apa yang aku sandang.
Ujian lulus dengan nilai 3,6 bagi aku bukan jaminan akan lancar di masa depan. Tapi merupakan tantangan tersendiri. Agar kelak jika aku mendapatkan pekerjaan, orang tidak akan meragukan lagi nilai 3,6 yang aku peroleh tersebut.
Semoga, pertambahan gelar ini, bukan menambah kesombongan aku, bukan meninggikan pandangan aku, dan bukan menambah besar kepalaku. Semoga, pertambahan gelar ini, akan menambah tanggung jawab aku. Bukan pertanggungjawaban kepada siapapun, minimal, pertanggungjawaban bagi mereka yang udah memberi semangat dan motivasi aku untuk menempuh studi yang lalu.
Semoga!!! Amin.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/26/2005 04:42:00 PM   0 comments
Biar
Jumat, November 25, 2005

jangan kau pergi lagi meninggalkanku
sepi ku sendiri
jangan kau buat aku terbalut sunyi
kini kau berada dekat denganku


biar, biarkan aku mengisi ruang di hatimu
karena ku selalu memikirkanmu, mencintamu
biar, biarkan cinta bersemi di dalam hatimu
jadikan ku bagian di hidupmu, di jiwamu


ku tak bisa berhenti menginginkanmu
hidup terasa hampa tanpamu

biar, biarkan aku mengisi ruang di hatimu
karena ku selalu memikirkanmu, mencintamu
biar, biarkan cinta bersemi di dalam hatimu
jadikan ku bagian di hidupmu, di jiwamu
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/25/2005 09:43:00 AM   0 comments
Minggu yang Melelahkan
Selasa, November 22, 2005
Minggu ini merupakan minggu yang paling melelahkan. Seminggu penuh aku harus berkejar-kejaran dengan waktu. Mempersiapkan akhir studi aku. Dua kali ujian akhir pendadaran berlangsung dalam minggu ini. Ujian pertama hari Rabu (tanggal 23) jam 09.30 WIB, dan ujian pendadaran yang kedua hari Sabtu (tanggal 26) jam 07.30).
Persiapan presentasi masih bingung.... akhirnya aku siapkan aja presentasi aku dengan format CSS. Mirip kayak blog ini, hehehhe.....
Revisi biasanya hanya diberikan dua hari. Jadi paling tidak aku harus mempercepat waktu. Semoga semua cepat selesai, biar ga ada lagi tanggungan.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/22/2005 09:45:00 AM   0 comments
TV Reality Show : Tukar Istri
Jumat, November 18, 2005
Wife Swap
Selama ini, banyak reality show yang bermunculan dalam penayangan di televisi. Beragam konsep dan gaya ditawarkan, mulai dari yang sekedar permainan semata, kegiatan sosial, hiburan, ketangkasan, adu strategi, dan bahkan sampai pada...... kehidupan keluarga!!!
Memang, untuk yang terakhir disebut di atas, tidak ada pada penayangan televisi di Indonesia. Boleh jadi, tidak akan pernah ditayangkan atau dibeli lisensinya untuk ditayangkan di Indonesia. Tentu saja, hal tersebut akan selalu dikaitkan dengan permasalahan budaya yang ada di negara yang sok alim ini....
Akan tetapi, reality show yang berkaitan dengan permasalahan keluarga, dan mengangkat permasalahan seputar kehidupan suami istri tersebut benar-benar telah ada. Wife Swap sebagai satu reality show yang menyuguhkan acara tentang pertukaran seorang istri dalam peran kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. selama dua minggu, dua istri dari dua keluarga yang berbeda akan saling bertukar suami, keluarga, anak-anak, dan kehidupan mereka; terkecuali dalam kehidupan di ranjang. Hal tersebut dilakukan untuk mencoba merasakan kehidupan mereka sebagai orang istri dari pasangan suami yang berbeda.
Acara yang memiliki durasi selama 1 jam setiap hari Senin jam 08.00 malam ini ditayangkan stasiun televisi ABC sejak 26 September 2004. Sebenarnya acara ini diluncurkan hanya untuk sekedar memberi suatu suasana baru bagi para istri yang melihat adanya kehidupan yang lebih baik di luar rumah tangga mereka. Dengan merasakan sendiri secara langsung, diharapkan mereka dapat mengambil hikmah dari proses pembelajaran hidup tersebut; bukan hanya sekedar pelampiasan atau pelarian atas ketidak puasan dalam kehidupan mereka selama ini.
Bagaimanapun, cerita di atas hanyalah merupakan sebuah skenario; yang diambil secara sengaja dan ditayangkan bagi umum. Perihal suka atau tidak, budaya, etika dan lain sebagainya; kita perlu kembalikan lagi semua hal tersebut pada fungsi reality show sebagai sarana hiburan bagi kita yang melihatnya. Bagaimanapun, rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau. Namun, proses untuk membuat rumput kita turut menjadi hijau tidak harus dengan tinggal dalam keluarga tersebut. Seperti acara di atas, barangkali dengan mencoba melihat rumput kita dari rumah tetangga, rumput kita pun tidak akan ketinggalan hijaunya......
Wife Swap
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/18/2005 11:50:00 PM   0 comments
Severe Acute Respiratory Syndrome
Rabu, November 16, 2005
Tepat tiga tahun lalu, 16 November 2002, Sindrom Pernapasan Akut Berat (bahasa Inggris: Severe Acute Respiratory Syndrome/SARS) sebagai sebuah jenis penyakit pneumonia pertama kali muncul di Provinsi Guangdong, Republik Rakyat China.
RRC yang menutup diri terhadap pemberitaan wabah SARS menyebabkan penyakit ini menyebar sangat cepat, mencapai negeri tetangga Hong Kong dan Vietnam pada akhir Februari 2003, kemudian ke negara lain via wisatawan internasional. Kasus terakhir dari epidemi ini terjadi pada Juni 2003. Dalam wabah itu, 8.069 kasus muncul yang menewaskan 775 orang.
Virus SARS sepertinya berasal dari Provinsi Guangdong pada November 2002. Walaupun telah mengambil langkah-langkah untuk mengontrol epidemi, Republik Rakyat China tidak memberitahu Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) tentang wabah itu hingga Februari 2003. Justru, pemerintah setempat membatasi laporan epidemi untuk menjaga muka dan kepercayaan publik. Ketidakterbukaan ini menjadikan RRC sebagai kambing hitam akibat menunda upaya internasional melawan epidemi. [1] Sejak itu RRC secara resmi telah meminta maaf karena keterlambatannya dalam mengatasi wabah SARS. [2]
Pada awal April, ada perubahan kebijaksanaan resmi ketika media resmi melaporkan kasus SARS secara lebih terang. Namun, pada masa itu juga beberapa tuduhan muncul mengenai laporan jumlah kasus yang lebih sedikit dari angka sebenarnya di rumah sakit militer Beijing. Setelah pelobian yang alot, pejabat RRC memperbolehkan pejabat internasional menyelidiki situasi di sana. Hasil penyelidikan mengungkapkan masalah-masalah terkait sistem kesehatan daratan China yang sudah tua, seperti maraknya desentralisasi, pita merah dan komunikasi yang kurang.
Pada akhir April, pemerintah RRC mengakui bahwa kasus pelaporan jumlah kasus yang lebih sedikit dari angka sebenarnya disebabkan buruknya sistem kesehatan. Dr. Jiang Yanyong membeberkan fakta yang sebenarnya dengan resiko personal yang besar. Dia melaporkan lebih banyak pasien SARS di sebuah rumah sakit yang ditanganinya daripada yang dilaporkan di seluruh Cina. Beberapa pejabat RRC dipecat dari jabatannya, termasuk menteri kesehatan dan mayor Beijing. Sistem untuk meningkatkan kualitas laporan dan pengontrolan SARS juga dibentuk.
Epidemik SARS menjadi perhatian publik pada Februari 2003 ketika seorang pengusaha asal Amerika yang berangkat dari Cina menderita gejala yang mirip dengan pneumonia dalam penerbangan menuju Singapura. Pesawat terpaksa mendarat di Hanoi, Vietnam, di mana korban meninggal di rumah sakit. Beberapa dokter dan perawat yang mencoba menyembuhkannya perlahan-lahan menderita penyakit yang sama walaupun prosedur dasar rumah sakit telah diterapkan. Beberapa dari mereka meninggal. Gejala yang ganas dan infeksi yang diderita oleh staf rumah sakit menggemparkan otoritas kesehatan sedunia yang takut akan munculnya epidemi pneumonia baru. Pada 12 Maret 2003, WHO mengeluarkan sebuah peringatan global yang juga diikuti dengan peringatan kesehatan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengontrolan Penyakit dan Pencegahan (CDC) Amerika Serikat.
Penyebaran SARS secara lokal terjadi di Toronto, Singapura, Hanoi, Taiwan, Hong Kong, dan provinsi Guangdong serta Shanxi di Cina. Di Hong Kong grup pertama yang menderita SARS keluar dari rumah sakit pada 29 Maret 2003. SARS menyebar di Hong Kong melalui seorang dokter daratan Cina tepatnya di lantai 9 Hotel Metropole di Peninsula Kowloon yang menginfeksi 16 pengunjung hotel. Para pengunjung ini kemudian pergi ke Singapura dan Toronto sehingga menyebarkan SARS di lokasi tersebut.
Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) yang berbasis di Atlanta mengumumkan pada awal April mengenai keyakinan bahwa sebuah jenis viruscorona, jenis yang kemungkinan tidak pernah terlihat pada manusia, merupakan perantara menular yang bertanggungjawab terhadap penularan SARS. [3] Transmisi penyakit itu hingga kini belum dapat diketahui secara pasti. Ada anggapan bahwa ia menyebar melalui penghirupan cairan yang dikeluarkan oleh si penderita ketika dia batuk atau bersin. Otoritas kesehatan juga menyelidiki kemungkinan penyebaran lewat udara yang dapat meningkatkan potensi keganasan penyakit.
Kemungkinan penderita SARS menjadi asymptomatic, artinya si penderita bisa menularkan penyakit tanpa mengalami gejala jasmani sehingga dapat menyebar di sebuah populasi tanpa terdeteksi sangat kecil, menurut pejabat WHO. "Apabila penderita asymptomatic memainkan peranan penting, kami mampu mengetahuinya hinga sekarang," ujar juru bicara WHO Dick Thompson kepada Reuters pada April 2004.
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/16/2005 06:16:00 AM   0 comments
Dijual Sperma US$ 1 Juta
Selasa, November 08, 2005
Bagi anda yang menginginkan untuk memiliki keturunan yang "super" ??? Mungkin kini saatnya bagi anda untuk menjalankan koneksi internet anda dan melihat penawaran yang dilakukan oleh Vincent Gallo, lelaki 43 tahun dari New York.
Gallo yang dikenal sebagai artis film indie ini menawarkan spermanya bagi mereka yang menginginkan keturunan seperti dirinya. Syarat yang diajukan pun mudah. Hanya dengan membayar US$ 1 juta dan kemudian anak yang dikandung nantinya lahir, tidak boleh diberi nama yang sama dengan dirinya.
Jika keinginan anda untuk mendapatkan anak seperti Gallo belum cukup memuaskan anda, anda dapat juga meminta Gallo untuk secara langsung turun tangan dengan melakukan pembuahan secara langsung. Hanya dengan menambah biaya US$ 500 ribu. Wow......mahal juga ya biaya untuk "digauli" Gallo.....
Bagaimana dengan garansi yang diberikan? Gallo berani menjamin bahwa sperma tersebut bebas dari narkoba, alkohol, dan penyakit lainnya.
Mungkin karena suasana Idul Fitri yang membuat demam toko-toko dalam memberikan diskon, membuat Gallo juga ketularan untuk meniru hal serupa. Diskon sebesar US$ 50 ribu akan diberikan bagi pembeli sperma Gallo jika sperma tersebut nantinya akan dipelihara dalam rahim calon ibu yang secara alami memiliki rambut pirang dan mata biru. Dan lagi, diskon juga berlaku bagi anda yang ternyata memiliki hubungan darah secara langsung dengan tentara Jerman pada pertengahan abad lalu.
Ada yang berminat??? Info lebih lanjut buka aja: http://www.vgmerchandise.com/
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/08/2005 05:33:00 PM   0 comments
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Kamis, November 03, 2005
Minal Aidzin wal Faidzin
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/03/2005 12:00:00 AM   0 comments
Ramadhan.....Makna Keindahan
Selasa, November 01, 2005
Melihat rumah sebelah kita tertata rapi, ada kesan dalam diri turut bangga menikmatinya; bukan malah sebaliknya, merasa iri karena ada rumah yang lebih tertata rapi dibandingkan dengan rumah kita. Memang, secara fisik kita tidak ikut memiliki rumah tersebut; tetapi secara batin, perasaan senang saat melihat rumah yang tertata rapi membuat kita merasa juga turut memiliki. Berbeda dengan apabila kita melihat sebuah rumah yang acak-acakan, dan tidak enak dipandang.
Demikian pula dengan situasi ramadhan ini. Secara rohani, memang aku tidak ikut memiliki "bulan yang penuh hikmah" ini. Akan tetapi, melihat suasana ramadhan dan upaya-upaya yang dilakukan banyak orang yang merayakannya, perasaan juga ikut merasa nyaman. Ibarat kita melihat rumah milik tetangga kita tadi.
Ramadhan telah hampir usai. Perhitungan jam menuju bertalunya bedug, tinggal hitungan dalam 2 digit saja. Suasana penuh kekeluargaan dan keakraban yang ditunjukkan "tetangga-tetangga" aku mungkin akan dapat aku temui satu tahun lagi.
Ibarat rumah yang tertata rapi tadi, suasana ramadhan melukiskan bagaimana sebuah perasaan, tingkah laku, dan tutur kata yang tertata rapi. Sajian yang teramat indah untuk dinikmati. Andaikan suasana tersebut bukan hanya pada saat ramadhan saja, mungkin akan terasa indah selamanya.
Dalam hal ini, secara rohani, aku yang tidak turut merayakan ramadhan dan idul fitri, turut pula menikmati keindahan suasana dan keakraban hati. Tutur kata yang lebih tertata dalam penyampaian, sikap yang lebih terhormat dalam perwujudan. Semoga, apa yang menjadikan semua hal tersebut menjadi nyata bukan karena ramadhan-nya, tapi lebih karena semua orang dapat menikmati makna keindahan yang banyak dipancarkan selama bulan ramadhan.
Semoga......
ditulis oleh: Sang Fajar @ 11/01/2005 05:23:00 PM   0 comments
Tentang Aku
Name: Sang Fajar
Home: Bojonegoro, Yogya, Papua, Jatim - DIY - Papua, Indonesia
About Me: Bagi mereka yang merasa berjasa, aku hanyalah sampah. Bagi mereka yang merasa intelek, aku hanyalah pembual. Bagi mereka yang merasa suci, aku hanyalah kotoran. Bagi mereka yang merasa terhormat, aku tak lebihnya seperti orang jalanan. Bagi mereka yang merasa pernah mengenalku, aku sepertinya sudah tak ada. Namun diantara semua anggapan yang pernah ada, semua tentang aku ada karena anggapan-anggapan yang pernah ada......
Data Lengkap

Tulisan Terdahulu
Arsip
Links
Facebook


© . Presented by Fajar Ari Setiawan